Sabtu, 31 Maret 2012

I WANT TO TALK TO SOMEONE. I WANT TO BE LISTENED. I WANT TO BE READ.

Senin, 26 Maret 2012

je ne comprends pas tout ce que tu veux faire. Je ne comprends pas de tout. 

Minggu, 25 Maret 2012

ujung genteng

pada pagi hari di ujung genteng:
betapa romantisnya air laut yang tak henti menciumi bibir pantai. 

rimba

rimba menipumu dalam diam yang seram
dan kau cuma tahu bahwa segala yang ada akan membunuhmu jika kau mendekat.
rimba menipumu lewat kabut tipis yang terliahat menakutkan.
awas!
duka cita sebetulnya itu semua.
dan mereka menangis menjadi rimba yang retak.
masuklah, dan hisap kesediahan itu.

a k u

aku liar
aku panas
aku gila
aku takut
aku kelam
aku sendiri
aku hilang
aku tenggelam
aku retak
aku telanjang
aku bisu
aku bukan aku

Selasa, 20 Maret 2012

risih juga, banyak tuntutan hanya karena memiliki vagina dan payudara.

burung

Burung menangis pilu, pada jendela tetangganya. Air matanya kering di sarang rantingnya. Daun pun jatuh, pedih mendengar burung bernyanyi. Bumi berguncang. Aku menitip tissue untuk sang burung.

Minggu, 18 Maret 2012

ANJING! ANJING! ANJING!

Sabtu, 17 Maret 2012

Menu is

Aku tidak bisa menulis tanpa cinta yang tersemat.
Kalau hati penuh, tanpa isi.
Dan aku menilai isi adalah kehampaan.
Lalu kapan hatiku bisa kosong dengan isi?

Edith Piaf

Je la adore bien maintenant. Vouz devez regarder ses videos. C'est difficile pour mettre les vids ici, je juste mettre quelque photos. :)
Vous ne la savez pas? Ella une chanteuse Francaise.




Jumat, 16 Maret 2012

mau kabur dari rumah rasanya.

Minggu, 11 Maret 2012

sesungguhnya saya penyayang. tapi saya lebih senang menunjukkan sisi saya yang jahat dan kejam. kelak, kalau anda bisa menerima hal tersebut, anda akan mudah menerima sayang milik saya.
Kalau saya bersikap tidak ramah kepada anda, artinya saya  percaya anda akan melukai saya. Dan saya sedang melindungi diri dari kekecewaan ataupun luka itu.

Minggu, 04 Maret 2012

Altruisme, Egoisme, Tolak-Menolak, sekaligus Tarik-menarik

"Jika Anda tidak membaca apapun. Anda akan kesulitan merumuskan permasalahan dalam hidup Anda. Sekalipun hanya masalah kegundahan hati yang Anda anggap biasa."
Hal tersebut yang saya rasakan selama bertahun-tahun, kesulitan merumuskan perasaan saya. Kesulitan ini saya alami ketika merumuskan apa yang saya impikan dalam hidup saya menjadi kontradiktif satu sama lain. Beberapa orang merumuskan hidup untuk mewujudkan mimpinya menjadi seoranng yang kaya, berorientasi pada nilai, material dan kebendaan. Pun saya begitu. Masalahnya, hati saya terkadang menolak. Yang terlintas selalu, kalau kamu bergerak pada bidang bidang yang makro, kapan kamu mau menyentuh lapisan yang lebih bawah, sehingga benar-benar menyentuh. Saya selalu berharap bisa menjadi seorang guru yang sederhana, jauh dari gilang gemilang duniawi. Hidup di tempat terpencil dan merasakan kesulitan yang harus diatasi. Itu yang ideal bagi saya.


Namun, bukankah saya pun tidak beda dengan teman-teman saya yang mengejar kesempatan bagi diri sendiri. Bukankah saya selalu ingin membeli seisi toko buku, toko sepatu, toko baju, toko parfum, saya ingin segalanya. Saya ingin kebendaan yang saya rasa dapat memuaskan hasrat saya. Manusiawi bukan? Jika itu yang memang saya inginkan, artinya saya harus bekerja keras mengumpulkan banyak uang, sehingga bisa mendapatkan segala kebendaan yang saya inginkan. Hal tersebut sangat fantastis bagi saya, sehingga hati saya menolak.


Penolakan satu gagasan dan gagasan lain dalam hati dan otak saya menjadi pertanyaan saya yang telah lama tanpa jawaban. Apa yang bisa mendefinisikan apa yang saya rasa? 


Membaca. Saya membaca buku filsafat manusia dan tak sengaja menemukan apa yang saya cari ketika saya tidak mencari apa-apa.  Saya menemukan kata Altruisme yang ternyata berseberangan dengan kata egoisme. Hubungan antara egoisme dan altruisme mampu menjadi rumusan yang tepat. 


Altruisme secara sederhana dapat diartikan sebagai kesediaan manusia untuk berkorban bagi orang lain secara sadar tanpa mengharapkan imbalan. Sedangkan egoisme adalah gagasan untuk selalu memenangkan sudut pandang satu pihak, sehingga hanya menguntungkan satu pihak saja. Mungkin altruisme dan ego saya selama ini bertarung dalam diri saya. Entahlah. 


Yang manakah yang akan saya menangkan altruisme atau egoisme? Atau saya menangkan salah satu dulu baru pada akhirnya menangkan yang lain? Atau justru tak perlu ada yang dimenangkan? 


Saya kurang mengerti, hanya saja saya bahagia setelah tahu bahwa memang terjadi tarik menarik dan tolak menolak antara altruisme dan ego diri. :)