Selasa, 17 Juni 2014

Puisi dengan angka

1
Aku ingin merangkummu dalam ceritaku yang masih harus ku eja setiap aku akan menuliskannya.
Mari, sini,
aku sambut tiap huruf, tiap kata, tiap jeda yang terbahasakan lewat titik koma dan tanda,
yang dapat melengkapkan dan menyelesaikan apa yang sedang kutulis.

2
Atau kalau tidak:
mari, sini,
aku dan kamu, kita, melukis saja:
mencelup kuas ke dalam asinnya air laut dan menjejalkannya ke mulut kanvas yang kita beli tadi sore.

3
Atau kalau tidak:
mari, sini,
kita bawa keranjang saja:
menelusuri malam dan dalam diam memetik bintang satu demi satu untuk disimpan di balik bantal masing-masing.

4
Atau kalau tidak:
biarkan aku pecahkan kotak kaca yang menyekat kita.

5
Atau paling tidak:
biarkan dirimu dan diriku bertemu dan berbicara tentang kita.

Rabu, 11 Juni 2014

Nasi Gulung a la Dinia- jika namanya bukan sushi :P

Nasi gulung untuk bekal

Ceritanya, beberapa hari ini saya sedang libur dan 'nganggur'. Semua kegiatan sudah off, tinggal mengurus beberapa hal. Namun, hari Senin (9/6) kemarin saya masih ditemani UAS yang tak kunjung saya kerjakan. Haha. 

Alih-alih bersiap ke kampus dan mengerjakan UAS take home untuk mata kuliah lintas fakultas, saya malah leyeh-leyeh. Ketika hendak mandi, tiba-tiba perut nyaring berbunyi dan mengetuk-ngetuk minta diberi makan. Waktu sudah mepet, dan saya harus segera siap-siap. Tiba-tiba terlintas di kepala untuk memasak. Tapi masakan apa yang saya harus buat dalam tempos singkat ini? Hmm.. Saya butuh yang mengenyangkan, cepat, dan sehat! Apa ya?  Bagaimana kalau nasi gulung?

Yaps, akhirnya saya memutuskan untuk memanfaatkan nasi yang tinggal sedikit di magic jar dan segala peralatan masak yang memang sudah hampir habis.

Nasi gulung ini begitu mudah membuatnya, rasanya pun hmmm enak! Oh iya, kalau makan nasi seperti ini harus ada sausnya.. Tapi apa? Melihat saus-sausan yang beragam di rumah, saya pun memiliki ide untuk mencampurkan mereka semua. 

Pada proses pembuatannya, saya menggunakan terlalu banyak nasi dan terlalu memaksa supaya nasi yang banyak itu bisa rata. Akibatnya, telur yang saya buat robek, bahkan sebelum digulung. Itulah mengapa, saya menyarankan Pembaca menggunakan dua butir telur. Jadi sebaiknya, jika anda menggunakan pan berdiameter 26cm, buatlah dua kali pendadaran. Telur dadar dapat ditumpuk bagian pinggir sehingga membentuk seperti ini.


Akhirnya, nasi gulung ini saya buat dan menjadi bekal ke kampus. Meski demikian, saya tak sampai hati memakan seluruhnya seorang diri. Saya pun memutuskan untuk mampir ke kosan seorang teman, Kiki, untuk ngobrol dan makan nasi gulung bersama. Ah saya ga nyangka banget makanan asal-asalan ini dibilang enak sama Kiki. Katanya begini: "Diiiiiin... Ini enak bangeeeet!" . Memang bukan sushi a la Jepang ya Pembaca. Ini cuma nasi gulung biasa yang mudah, tapi rasanya juga pas di lidah.

Siap disantap bersama sahabat!

Nasi Gulung a la Dinia

Bahan nasi gulung:

ISI:
175 --- 200 gram nasi putiih
2 lembar smoked beef
1 batang seledri
1 buah wortel kecil (kalau pakai yang besar, 1/4 buah cukup deh kayaknya)
2 butir telur
garam 
merica
cuka
air hangat

NASI:
1 sdm perasan jeruk nipis
1/4 sdt garam
1/2 sdt merica (saya suka merica soalnya hehe. Dikurangi boleh kok)
keju (optional)

Bahan saus

1 sdm saus sambal 
1/2 sdm saus tiram 
1 sdt kecap manis 
1/2 sdm cuka putih (bisa pakai white vinegar atau pakai cuka biasa)

Cara membuat

-Nasi:
Campurkan nasi hangat dengan perasan jeruk nipis, garam dan merica. Sisihkan.

-Telur:
Dadar telur yang sudah dikocok dengan merica dan garam di atas pan datar dengan api yang kecil. Tidak perlu dibalik. Matikan api jika bagian bawah telur sudah matang. Lakukan sampai telur habis. Sisihkan

Proses ini bertujuan untuk menyiapkan telur sebagai 'pembungkus' nasi gulung yang kita buat. 

-Wortel:
Irisi tipis memanjang wortel. Sebaiknya wortel diiris dalam panjang yang masih utuh, atau sesuaikan dnegan panjang nasi gulung yang diharapkan. Siram dengan air hangat dan 1 sdm cuka. Diamkan kurang lebih 2 -- 3 menit. Tiriskan. 

Proses ini bertujuan untuk membuat wortel 'matang' tapi tidak kehilangan kerenyahannya. Cuka dipergunakan agar memberikan rasa, dan membuat wortel menjadi tahan lama.

-Smoked Beef:
Panggan smoked beef dengan sedikit minyak hingga matang namun tetap lembut dan tidak kering.

Proses ini bertujuan agar smoked beef matang dan tidak amis ketika nanti digulung bersama nasi.

Langkah selanjutnya adalah menggulung nasi!


-Bentangkan  plastic wrap ataupun aluminium foil. Jika anda memilki aluminium foil atau plastic wrap gunakanlah untuk membantu anda menggulung nasi. Jika tidak, tidak apa-apa. Saya pun tidak pakai keduanya.
-Tata telur dadar sehingga 'seolah-olah' membuat lembaran yang lebih panjang. 
-Tata nasi di atasnya, ratakan. Jangan terlalu ditekan ya, nanti telur akan robek. Kalau memang kebanyakan nasinya, tidak usah dipaksakan untuk dipakai semua yaaa...
-Tata smoked beef, wortel, seledri dan keju.
-Gulung semua bahan yang sudah di tata. Padatkan. Kemudian potong-potong.

Untuk saus, semua bahan tinggal dicampurkan saja yaaa :)

Selamat mencoba! Yummmm :)


Klarifikasi Churros

Hallo!

Beberapa waktu lalu saya menceritakan tentang crispy churros  yang saya buat sebagai modifikasi resep Mba Ricke. Kala itu, saya mengganti margarine dengan minyak dan mengurangi jumlah telur menjadi satu butir saja. Kalau mau tahu cerita lengkapnya, bisa baca di sini..

Dengan modifikasi tersebut, churros yang dihasilkan memang renyah sekali, bahkan sampai berjam-jam sejak churros digoreng. Nah itu tekstur yang memang saya dambakan!

Permasalahan muncul ketika timbul pertanyaan, dari mana kerenyahan itu timbul? Dari substitusi margarine dengan minyakkah? Atau justru dari jumlah telur yang dikurangi?

Beberapa hari setelah post tentang churros itu saya buat, rasa penasaran mengetuk-ngetuk relung hati saya (lebay). Haha. Jadilah hari itu saya membuat churros lagi dengan model trial and error.

Resepnya sama dengan yang sudah saya post sebelumnya.. Akan tetapi, komposisi lemak saya  jadikan 2:3 antara minyak dan margarin. Artinya, dengan proporsi 50 gram dalam satu resep adonan, saya menggunakan 20 gram minyak dan 30 gram margarine. Adonan menjadi sangat lembut. Bisa jadi ini juga karena telur yang saya gunakan besar. Hasilnya?

Hmm.. bisa dikatakan jauh dari kesan crispy. Memang renyah, tapi kembali lagi hanya bertahan sebentar. Churros jadi lembek ketika sudah dingin.. (Dan itu bukan selera saya).. Huft...

Kesimpulannya, gunakanlah minyak, dan buatlah adonan yang keras  sekalipun cukup sulit disemprotkan dari spuit. Juga, saran saya kocoklah telur sehingga putih dan kuningnya bersatu dulu, baru masukkan ke dalam adonan. Masukkan perlahan sambil perhatikan konsistensi adonan. Ingat ya, adonan churros yang renyah-lembut konsistensinya cenderung padat dan kental sekali.

Selamat mencoba! :)

Minggu, 08 Juni 2014

Minny's Chocolate Pie to Be :)

Pernah nonton The Help? Yap, film ini menurut saya bagus sekali. Pertama karena, perspektif yang diambil di film ini berbeda, dari orang kulit hitam. Kedua karena setelah saya belajar filsafat Prancis di kelas DPP (masih pengantar aja kok belajarnya ^^V) ternyata film ini bisa dikaji dengan berbagai teori filsuf yang saya pelajari, terutama Cixous yang sangat menekankan pentingnya perempuan menulis. Namun, sayangnya saya terlanjur mengambil Toy Story sebagai topik makalah akhir. Walhasil ide menganalisis film The Help saya pending entah sampai kapan. Hehehe.

Nah, apa kaitannya The Help dengan postingan kali ini? Salah satu yang paling membekas dari film itu adalah Minny's Chocolate Pie. Anda ingat akan ulah Minny pada pie nya? Saya tidak akan membahas hal itu. Mari kita skip bagian menjijikkan itu. 

Minny's Chocolate Pie atau dalam Bahasa Indonesia Pie Coklat buatan Minny terkenal sekali di kalangan ibu-ibu di Jacksonville. Hilly, majikan Minny yang kemudian memecatnya, selalu membanggakan pie coklat itu. Ketika ada 'arisan' ibu-ibu (saya tidak tahu musti menyebutnya apa),Hilly selalu membawa pie itu dan semua orang selalu mengagumi masakan Minny



Saya sendiri sebagai penonton juga ikutan ngiler melihat Pie coklat buatan Minny. Walhasil saya sempat mencari-cari resep tersebut. Akan tetapi, saya tidak langsung menulis Minny's chocolate pie the help sebagai kata kunci pencarian sehingga pie yang dimaksud pun tidak kunjung ketemu. 

Nah beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke blognya mba Endang, dan menemukan resep French Silk Chocolate Tart. Melihat tampilan yang mirip-mirip dengan Minny's Chocolate Pie saya dengan semangat memutuskan untuk mempraktikkan resep itu. 

I drizzled milk and cacao powder
Anda yang teliti pasti melihat ada perbedaan: pie dan tart. Yap betul memang berbeda, tapi berdasarkan penjelasan di berbagai situs, khususnya di situsnya Mba Endang, perbedaannya nampak tak terlalu mencolok. Memang, yang saya tahu tart itu tidak flaky seperti pie. Tapi untuk kali ini saya mengacaukan perbedaan itu. Saya tidak terlalu menghiraukannya. Hahahaha.


Do you see the crumb? :3

Saya beberapa kali membuat pie dan beberapa kali juga kecewa karena rasanya tidak jauh beda dengan kulit kue nastar. Pernah coba  Apple Pie yang di Bogor? Jujur rasanya kurang masuk di lidah saya karena pie crustnya terlalu lembut, mirip-mirip kue nastar. Beberapa resep yang pernah saya coba juga tidak cocok teksturnya. Terkadang keras sekali, terkadang lembek sekali. Yang saya inginkan, crust pie yang garing, berremah, berpasir, dan berlapis-lapis.

 Setelah saya telusuri, ternyata kandungan asam dapat membuat dapat membuat crust pie menjadi lebih lembut, tapi tetap renyah. Beberapa resep menggunakan white vinegar, beberapa menggunakan perasan jeruk. Saya sendiri menggunakan jeruk nipis. 


Akhirnya, saya memutuskan untuk menuntaskan penasaran pada Minny's Chocolate Pie dengan membuat French Silk Chocolate Tart.  Well, bersamaan dengan post ini saya sebetulnya menemukan resep Minny's Chocolate Pie yang lebih 'asli'. Saya janji deh habis ini akan mencoba yang versi lebih 'asli' itu. Hohohoho.

Frnch Silk Chocolate Tart a la Mba Endang 
(resep asli bisa dilihat di sini)

Bahan Tart

- 195 gram tepung terigu serba guna (misal Segitiga Biru) 
- 113 gram margarine suhu ruang
- 2 sdm gula pasir
- 1 butir telur, kocok lepas
- sejumput garam
- 1 sdt jeruk nipis

Filling

- 1/8 sendok teh garam
- 11 gram coklat blok, potong-potong menjadi ukuran lebih kecil 
- 150 gram margarine (saya pakai Blueband)
- 125 gram gula pasir (kurangi ya, ini kemanisan bagi saya)
- 2 butir telur 
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- 1 sdm susu bubuk putih full cream (bisa diskip)
- 1 sdm cacao powder (bisa diskip atau justru ditambahkan komposisinya sesuai selera)

Cara:
Step membuat tart

  1. Campurkan terigu, gula, dan sejumput garam di dalam satu wadah.
  2. Di wadah terpisah kocok mentega hingga lembut, sambil sedikit demi sedikit masukkan campuran terigu garam, dan gula. 
  3. Ketika adonan sudah berpasir, masukkan telur yang sudah dikocok lepas. Naikkan speed mikser.
  4. Masukkan air jeurk nipis. Matikan mikser.
  5. Balut adonan yang sudah kalis dengan plastick wrap atau dengan plastik jenis lain. Tujuannya agar adonan tidak banyak bersentuhan dengan udara.
  6. Masukkan ke dalam kulkas selama +/- 30 menit s.d. satu jam. 
  7. Cetak adonan di loyang pie ukuran 20cm atau loyang lain yang sesuai (saya pakai pyrex berbentuk oval).
  8. Tusuk-tusuk adonan dengan garpu. Ini bagian penting, jika tidak ditusuk adonan akan menggembung seperti balon ketika di panggang.
  9. Panggang selama +/- 30 menit. Pemanggangan tergantung jenis kompor dan oven. Saya sendiri emnggunakan otang alias oven tangkring merk Hock. Dengan segala kekurangan yang dimilikinya, saya berhasil memanggang crust saya selama +/- 45 menit dengan membuka lubang udara di bagian atas kompor.
  10. Keluarkan dari oven dan dinginkan di cooling rack.
Step membuat filling
  1. Kocok margarine dengan sedikit demi sedikit memasukkan gula, garam dan vanilla.  Pada tahap ini Anda harus mulai mencairkan coklat batang yang telah dipotong-potong kecil. Gunakan teknik au bain marie.
  2. Tambahkan susu dan cacao powder sambil terus dikocok hingga gula halus. Cek coklat yang sedang dilelehkan.
  3. Masukkan coklat leleh, dan kocok hingga tercampur rata.
  4. Masukkan telur satu per satu dengan speed mikser yang paling tinggi. 
  5. Kocok terus hingga tercampur rata.
Selanjutnya, masukkan filling ke dalam crust tart yang sudah dingin. Kemudian simpan di kulkas (tidak perlu di freezer) minimal dua jam sebelum disajikan.

Tekstur filling nya begitu lembut dan lumer. Jika dibiarkan di suhu ruan lama-lama akan meleleh. Ah ya, mirip es krim!

Sajikan dingin dan Yummm!!!
_______________________________________________________
Catatan

- Filling tidak dimasak, jadi bisa dikatakan kalau telur menjadi 'matang' bukan karena dimasak tapi karena proses pengocokkan.
- Kalau kata mba Endang penganan ini tidak disarankan bagi ibu hamil karena telur yang digunakan tidak betul-betul matang.
- Gunakan gula bubuk atau gula kastor instead of gula pasir untuk filling. Gula pasir saya tidak terlalu halus sehingga sedikit masih terasa di filling yang saya buat. Hal itu juga bisa jadi disebabkan oleh proses pengocokkan margarine dan gula yang kurang lama.
- Cacao powder memberikan warna yang lebih gelap sehingga jika Anda ingin filling  yang lebih gelap, Anda bisa menambahkannya.
- Jika Anda bukan penyika manis, ada baiknya Anda kurangi takaran gula untuk filling.
- Saya janji akan belajar untuk memotret dengan lebih baik :3





Minggu, 01 Juni 2014

No. Your feeling doesnt change anything.

I think of you, then the rivers keep flowing, making small cascade hitting the black stone.
I miss you, then the days and nights keep growing from brightful ones until the days become desperate as the dark pushed them away.
I said I want you, then the four seasons keep changing, then the four seasons never stop by at my porch.