Senin, 24 Desember 2012

hari ibu

terlalu munafik kalau bilang tak perlu hari ibu karena hari ibu adalah tiap hari. aku manusia tempatnya alpa, dan lalai. urusanku banyak dan terkadang mengesampingkan mamaku. aku butuh waktu menarik diri, merefleksi hubunganku dengan mama. aku butuh hari ibu karena aku cuma manusia biasa yang butuh diingatkan dan titik untuk kembali. 

Minggu, 09 Desember 2012

ketika air mata jatuh segemerincing uang receh, kau akan tahu betapa banyak yang jatuh dari suaranya.
Sayang, air mata tak bersuara. kerap jadi rupa bersembunyi
aku mau naik karosel. makan kembang gula yang bikin sakit tenggorokan. ambil foto yang hasilnya pasti buram. tapi ga mau sendiri.

In Your Own Time - Iron And Wine

In your own time
you'll dream something evil
sing like an old crow
and worship the land

Don't be scared
if I walk with the devil
come down the mountain
and ask for your hand

'Cause we only want a life
that's well worth living
and sleeping's 
no kind of life at all

Come meet the family
and sit by the fire
someone will catch you
if you want to fall

In your own time
you'll dance in the moonlight
smoke like a freight train
and fuck like a dog

Don't be scared
if I tell you I love you
I'll be good to you
then I'll be gone

'Cause we only want a life
that's well worth living
and sleeping 
ain't no kind of life at all

Come meet the family
get warm by the fire
someone will catch you
if you want to fall

More lyrics: http://www.lyricsmania.com/in_your_own_time_lyrics_iron_and_wine_1.html
All about Iron And+Wine+1: http://www.musictory.com/music/Iron+And+Wine+1

Sabtu, 08 Desember 2012

Seni Menonton Pertandingan Olimpiade UI

Dalam cakupan pertandingan olah raga antarnegara, , antarsekolah, antarwilayah, dan sebagainya tentunya terdapat perbedaan bagaimana setiap supporter dari masing-masing tim mengekspresikan dukungannya. Saat pertandingan bulu tangkis skala internasional yang mempertemukan atlet Indonesia dengan atlet negara lain, supporter Indonesia selalu tampil heboh. Heboh dengan yel-yel, nyanyian, hingga kostum yang semuanya ditujukan untuk mendukung atlet Indonesia. Yang tak kalah heboh adalah supporter tim di pertandingan bola, baik skala nasional, internasional, bahkan sekadar skala kampung. Saya sendiri di sini tergelitik untuk menulis tentang supporter di berbagai pertandingan olah raga pada event Olimpiade UI.

Olimpiade UI, ajang tahunan yang mempertaruhkan gengsi jurusan dalam berbagai jenis pertandingan olah raga. Sebagai event yang mempertaruhkan gengsi jurusan, supporter yang turun di berbagai pertandingan bukan sekadar sebagai penyemangat para atlet, melainkan sebagai unjuk kekompakkan fakultas. Seru memang. Terlebih jika sudah adu supporter di lapangan.

Yang menjadi khas dari supporter setiap fakultas adalah supporter fakultas A menghina fakultas B, pun sebaliknya. Kata-kata kotor meluncur, ejekan tanpa henti, bahkan sampai menuduh-nuduh. Apakah ini sebuah masalah? Saya rasa bukan, justru di situ nilai istimewa pertandingan Olimpiade UI. Tentunya tidak semua supporter melakukan hal yang seperti saya sebutkan.

Menurut hemat saya, seni menonton pertandingan olimpiade UI menurut saya justru terletak dari ejek-mengejek antarsupporter fakultas. Yang pada akhirnya akan berujung pada damai setelah pertandingan.

Selasa, 04 Desember 2012

orang berbicara banyak tentang konsep sahabat. secara ideal konsep sahabat memang tidak pernah mati, tapi bagi saya sahabat bersifat hanya temporer. sedang persahabatan menjadi muskil karenanya.

Senin, 03 Desember 2012

bahwa aku dan kamu bagaikan daun dan klorofil. kamu membuatku hijau bersemi, lalu tinggalkanku di musim gugur yang berangin.

Minggu, 02 Desember 2012

You

Dearest friend,
May be you'll read this post when you accidentally go to this pathetic blog. How's life? As you wish, I hope you're life's gonna be super great. I was just about to reply your last e-mail, when our good bye finally arrived. God will let us meet again someday :)

Interpretasi "Di Restoran" karya SDD


Kita berdua saja, duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
kau entah memesan apa
Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras

kau entah memesan apa.
Tapi kita berdua saja, duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya
memesan rasa lapar yang asing itu.
Saya masih belajar untuk menganalisis teks sastra, tapi untuk interpretasi teks sastra saya rasa siapa pun bisa melakukannya.

Saya tertarik untuk menulis interpretasi dari puisi "Di Restoran" karya Pak Sapardi, setalah berulang kali mendengarkan musikalisasi puisi ini.

Menurut hemat saya suasana yang dibangun dalam puisi ini begitu intim. Dalam bayangan saya ini merupakan monolog  dari kondisi yang di dalamnya terdapat si "Aku" dan si "Kau". Monolog ini disampaikan sebagai ekspresi dari  si "Aku".

Puisi ini menurut saya, menekankan pada kata "Aku memesan..." yang kemudian dilanjutkan dengan pesanan-pesanan yang tidak lazim : ilalang panjang, bunga rumput, batu di tengah sungai terjal yang deras, rasa sakit, rasa lapar.

"Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput."
"Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras."
"Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengikingnya
memesan rasa lapar yang asing itu."


"Aku memesan"  menunjukkan sebuah kesadaran si "Aku" dalam pilihan. Jadi sekalipun apa yang si "Aku" pesan adalah rasa sakit, itu merupakan sebuah pilihan yang disadarinya bukan sebuah dorongan dari lingkungan luar. Hal tersebut ditegaskan kembali dalam:
"Kau entah memesan apa." yang menunjukkan bahwa segala pilihan si "Aku" merupakan pilihan tunggal tanpa peran dari si "Kau", karena si "Aku" pun tidak tahu apa yang menjadi pilihan si "Ka

Suasana intim yang terbangun di dalam puisi ini ditegaskan dengan
"Kita berdua saja."
Hal tersebut menggambarkan bahwa apa yang dihadapi adalah hal yang berhubungan antara si "Aku" dan si "Kau", meskipun dalam hal pilihan  si "Aku" memilih hal-hal tanpa campur tangan dari si "Kau".

Terakhir, pemilihan judul "Di Restoran" merupakan representasi dari hidup. Bahwa hidup bukan hanya tentang pilihan-pilihan yang menyenangkan hati, tetapi juga pilihan yang bisa jadi adalah hal-hal yang menyakitkan.





Gelas, maaf terjatuh
pecah jadi banyak bagian

Perlukah aku membeli lem untuk itu?
Perlu direkatkan?

Gelas, retakmu adalah hantu

29/11
Apa yang bisa dibicarakan dari gerimis yang turun sore ini?
Apa yang bisa diceritakan dari langit malam tanpa bulan ataupun bintang?
Kepada siapa harus saya layangkan protesku tentang ini semua.
Andai memang semua itu wajar, tidak bagi saya.
Hujan memang sekadar air,
dan malam memanglah runtutan ceirta tentang gelap.
Tapi bukankah masih ada yang harus dibicarakan?
Seperti pembicaraan tentang bulan yang hadir terlambat di langit pagi dan tersingkir oleh matahari tanpa warna di tanpa ufuk

29/11