Kita berdua saja, dudukSaya masih belajar untuk menganalisis teks sastra, tapi untuk interpretasi teks sastra saya rasa siapa pun bisa melakukannya.
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
kau entah memesan apa
Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras
kau entah memesan apa.
Tapi kita berdua saja, duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya
memesan rasa lapar yang asing itu.
Saya tertarik untuk menulis interpretasi dari puisi "Di Restoran" karya Pak Sapardi, setalah berulang kali mendengarkan musikalisasi puisi ini.
Menurut hemat saya suasana yang dibangun dalam puisi ini begitu intim. Dalam bayangan saya ini merupakan monolog dari kondisi yang di dalamnya terdapat si "Aku" dan si "Kau". Monolog ini disampaikan sebagai ekspresi dari si "Aku".
Puisi ini menurut saya, menekankan pada kata "Aku memesan..." yang kemudian dilanjutkan dengan pesanan-pesanan yang tidak lazim : ilalang panjang, bunga rumput, batu di tengah sungai terjal yang deras, rasa sakit, rasa lapar.
"Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput."
"Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras."
"Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengikingnya
memesan rasa lapar yang asing itu."
"Aku memesan" menunjukkan sebuah kesadaran si "Aku" dalam pilihan. Jadi sekalipun apa yang si "Aku" pesan adalah rasa sakit, itu merupakan sebuah pilihan yang disadarinya bukan sebuah dorongan dari lingkungan luar. Hal tersebut ditegaskan kembali dalam:
"Kau entah memesan apa." yang menunjukkan bahwa segala pilihan si "Aku" merupakan pilihan tunggal tanpa peran dari si "Kau", karena si "Aku" pun tidak tahu apa yang menjadi pilihan si "Ka
Suasana intim yang terbangun di dalam puisi ini ditegaskan dengan
"Kita berdua saja."
Hal tersebut menggambarkan bahwa apa yang dihadapi adalah hal yang berhubungan antara si "Aku" dan si "Kau", meskipun dalam hal pilihan si "Aku" memilih hal-hal tanpa campur tangan dari si "Kau".
Terakhir, pemilihan judul "Di Restoran" merupakan representasi dari hidup. Bahwa hidup bukan hanya tentang pilihan-pilihan yang menyenangkan hati, tetapi juga pilihan yang bisa jadi adalah hal-hal yang menyakitkan.