Dalam cakupan pertandingan olah raga antarnegara, , antarsekolah, antarwilayah, dan sebagainya tentunya terdapat perbedaan bagaimana setiap supporter dari masing-masing tim mengekspresikan dukungannya. Saat pertandingan bulu tangkis skala internasional yang mempertemukan atlet Indonesia dengan atlet negara lain, supporter Indonesia selalu tampil heboh. Heboh dengan yel-yel, nyanyian, hingga kostum yang semuanya ditujukan untuk mendukung atlet Indonesia. Yang tak kalah heboh adalah supporter tim di pertandingan bola, baik skala nasional, internasional, bahkan sekadar skala kampung. Saya sendiri di sini tergelitik untuk menulis tentang supporter di berbagai pertandingan olah raga pada event Olimpiade UI.
Olimpiade UI, ajang tahunan yang mempertaruhkan gengsi jurusan dalam berbagai jenis pertandingan olah raga. Sebagai event yang mempertaruhkan gengsi jurusan, supporter yang turun di berbagai pertandingan bukan sekadar sebagai penyemangat para atlet, melainkan sebagai unjuk kekompakkan fakultas. Seru memang. Terlebih jika sudah adu supporter di lapangan.
Yang menjadi khas dari supporter setiap fakultas adalah supporter fakultas A menghina fakultas B, pun sebaliknya. Kata-kata kotor meluncur, ejekan tanpa henti, bahkan sampai menuduh-nuduh. Apakah ini sebuah masalah? Saya rasa bukan, justru di situ nilai istimewa pertandingan Olimpiade UI. Tentunya tidak semua supporter melakukan hal yang seperti saya sebutkan.
Menurut hemat saya, seni menonton pertandingan olimpiade UI menurut saya justru terletak dari ejek-mengejek antarsupporter fakultas. Yang pada akhirnya akan berujung pada damai setelah pertandingan.