Rabu, 27 Maret 2013


Seperti kue yang tak sengaja lepas dari pegangan tangan
Krimnya menempel pada lantai
dan tiba-tiba waktu sudah malam sekali.

Ini tentang jamur-jamur di tangan saya
Menempel dan mengakar
Membuat fosil tanpa batu
Berkerak dan menganga, butuh kapas untuk membersihkannya



Sabtu, 09 Maret 2013

Kartu Pos Cina

Jadi ceritanya sekitar sebulan yang lalu ada e-mail masuk ke akun gmail saya. Setelah saya lihat isinya, saya yakin banget kalo e-mail yang dia kirim itu random. Yang unik isinya adalah dia minta dikirimin postcard. Memang, baru-baru ini saya bergabung di situs online kirim-mengirim kartu pos. Menurut saya sih dia tahu e-mail saya dari situ.

Nah laki-laki ini bernama David (dia nyebut dirinya birdman), dia tinggal di Cina. Permintaannya simple aja sih. Dia punya pacar (si pacar disebut little girl), dan pacarnya mau ulang tahun. Sebagai kado, dia mau perempuan ini menerima kartu pos secara kejutan yang asalnya dari bebagai belahan di dunia. Isinya: "Aku cinta padamu" atau "Selamat Ulang Tahun" dalam berbagai bahasa di dunia.

Karena saya gampang meleleh sama hal-hal sederhana macam ini, jadi saya langsung ok-in tawarannya. Tapi, saya mau dia kirim kartu pos ke saya dulu, baru nanti saya kirim ke dia. Nah, kemarin kartu posnya sampe. Hore! Ini kartu pos pertama dari Cina. Dan gambar dari kartu pos ini adalah gerbang sekolah mereka berdua (birdman dan little bird). Aduh mereka ini! :"




Nah, karena kantor pos php kalo hari sabtu, dan minggunya libur, jadi saya mau kirim kartu posnya senin aja . Selain karena kartu pos yang sudah saya persiapin buat pasangan ini kelipet sana-sini. :(

Semoga bisa lekas kirim :)

Selasa, 05 Maret 2013

Tuan I

Itu dua buah jendela, tanpa jeda untuk sedikit pigura
Setiap pagi ku sapa jendela itu, ia malah memberi sebuah telaga
Kacanya adalah rangkaian kata-kata tanpa tersebut
Aku merapatkan jemari syahdu , digigit dingin yang membalut

Minggu, 03 Maret 2013

kenduri

ini hujan hantaran dari langit
sementara 
aku mau kenduri dengan mimpi tanpa tidur

sebentar saja hujan, 
kemudian jangan salahkan bila telapak tangan bunga merekah.
enggan menguncup

aku kenduri untuk itu
dengan mimpi tanpa terlelap