Senin, 29 April 2013

Malam hampir saja tiba
Kalau kau tak menumpahkan cahaya
Aku meneguk resah
Menyimpan pertanyaan di dalam sini

Waktu berlalu
Pada akhirnya gelap datang
Menuliskan perasaan yang dirahasiakan
Di dinding ruang yang sepi

Ternyata semuanya tak terjadi
Apa yang diharap dan ditakuti
Masih ada malam untuk terlelap
Dan siang yang panjang untuk menatap

Di antara pagi dan siang
Suara burung yang tibatiba sirna
Kita kembali bertemu
Kau memaksa melihat ruang yang aku tiduri

Ketika kau datang
Dinding kamarku tak lagi berlukis gelisah dan takut
Semuanya lari, diusir kehadiranmu

Bawa aku melayang layang
Meski hanya sebatas jengkal
Jangan sampai aku menyentuh tanah lagi
Izinkan aku melayang

Menemui tidurmu yang ramai
Aku mau tidak terlihat
Mengamati wajahmu yang lelah
Aku mau tidak dirasai

Selama ini aku ingin melayang layang
Menikmati senja di antara dinding

Aku bukan ingin terbang, cuma ingin melayang saja
Dua jengkal di atas lantai yang buram ini

Maka bawa aku melayang
Agar aku tak terlihat
Agar aku tak tersentuh lagi

Minggu, 28 April 2013

Arretes-toi! Ne dis jamais qu'il y a 
quelqu'un qui s'appelle ami peut m'aider
par ecouter de mon histoire. Ca n'existe
pas, l'amitie. Jamais.
Ingin rasanya mengganti nama blog ini menjadi The Pitiful One". Di sini ga ada ide, apalagi harapan. Rasanya cuma pengen ngomel, dan komplain ini itu.

Tuhan. Sigh.

Sabtu, 27 April 2013

Di hari jumat tibatiba anda mampir
Bukan cuma saya yang terkejut
Angin bahkan menahan napas

Siapa sangka anda datang,
tanpa buah tangan
Berbekal percakapan yang anda susun tergesa

"Duh, aduh kenapa tak bilang dulu?"
Kataku sambil merapikan ujung baju.

"Harusnya kau mengerti, Dik. Kita bertemu di ibu tangga tadi."
Anda berkata sambil meneguk udara di cangkir itu.

Di sela-sela percakapan kita
ada hela napas penonton
juga dahan pohon kelapa yang merapatkan telinga ke jendela;
Mereka tak mendengar apa-apa
kecuali melihatku yang bercakap seorang diri.

Kamis, 25 April 2013

Aku kira yang membuat kita dekat adalah pertemuan
Ternyata justru sebaliknya
Pertemuan yang mempertemukan kita dengan kebencian

Kata-kataku diserang buntu
Kalimatku dilanda bisu
Ceritaku dihajar kelu

Waktu merangkak pelan
menyisakan langit malam berrembulan
menutup rumah tanpa jalan

Apa betul rasa ini resah
tersesat di tujuan yang terpisah
dan menyusun per lembar kisah?

Selasa, 23 April 2013

Bagaimana jika yang ada justru ketiadaan sikapku menghadapimu yang memperkosa pikiranku.
Bahwasanya ketiadaan amarahku sebagai akibat kerelaanku yang hadir terlalu banyak.
Atas dasar apa aku melebur? Rela darahku dicampuri namamu, rela pikiranku dijejaki olehmu, rela malamku menjadi usaha berpuisi untukmu dan rela siangku menjadi usaha menatap matamu.
Di mana aku kalau ada dirimu di kamar-kamar perasaanku?
Di mana aku kalau ada dirimu di sarapan yang kunanti, di makan malam yang aku benci?

Adakah aku yang merasakan ini?
Atau aku tiada dan kamu yang menjadi tuannya?

Aku bersaputangan untuk menghimpun hujan di sudut mata
Separuhnya basah dan separuhnya pasrah;
kering diguyur angin....

Aku masih sempat mengecup keningmu, matamu, hidungmu, dan bibirmu sebelum daun  berkeriut dibenci dingin
sebelum juga basah menggantikan kering
sebelum juga tiada menggantikan ada

Aku menyusun gelas-gelas kaca, mengisinya masing-masing dengan air bening

Satu getaran, si gelas-gelas retak, berdenting-denting dalam waktu yang genting.
Aku tahu ia tak penting.

Air di gelas habis,
Dentingan berganti sepi
Aku melulu yang kehabisan api.

Dan ketika ruang ini sepi dari rasa,
Sebuah ketiadaan mengadakan ada yang kosong dan hampa
Membawa pikiran dan keinginan terakhir,
melayang-layang di atas kuntum-kuntum bunga,
menjadikan yang belum mekar menyusut ke perut bumi,

Dan ruang ini benar-benar kosong:
sepi dari keheningan dan kesepian
Sampai ketika angin tak sengaja menginjak ekor kucing yang tidur.

Kamis, 18 April 2013

Perasaanku larut bersama hujan siang ini
Mengalir ke selokan
Meresap dan mengendap di pekarangan rumahmu

Rabu, 10 April 2013

Tidak ada yang salah dari pertemanan kita, hanya saja kita tidak saling cocok.

Selasa, 09 April 2013

Kartu Pos + Used envelope from Sungai Penuh

Kalo biasanya dapet kiriman kartu pos, kali ini saya dapet kiriman amplop bekas + kartu pos gambar Notredam de Paris. Ini saya dapatkan dari giveaway di komunitas postcrossing di fb tentang ide nama anak :3

Kartu Pos dari Lithuania

It's from Lithuania. I love this card because it has glittery surface. The sendre, Guste said that through this card she likes to bring a winter to hot Indonesia. Lovely! :D






Kartu Pos dari Jepang

Look at that warm greeting and those totally beautiful stickers!
Thanks Asuka :)


Senin, 08 April 2013

Tetiba aku memangku sebuah hadiah, kala aku seusai mandi
Bahwa dengan hadiah tersebut aku seperti dipaku ditempatku duduk, di kursi
Layaknya aku dirantai

Tapi toh ini hadiah dari langit masa lalu, untuk masa depan
Tapi toh ini hadiah, punya pita di atas tutupnya, jingga kemerahan

"Kapan hendak dibuka? Sudah berdebu hadiah itu."

Manakala malam aku membuka pita merah kejinggaan:

Selembar daun ketapang, sudah basi digigit penantian

Ke manakah jalan pulang?
Lampu jalan menunjukkan aspal kering yang seharian digilas roda kendaraan.
Menuju lingkaran lingkaran keemasan yang dituntun oleh remangnya lampu
Tanpa ada selembar denah, adakah petunjuk jalan pulang?
Sementara seluruh hitam sudah terkumpul pada malam ini
Menyisakan kecukupan atas rasa tenang

Sejauh inikah aku telah berjalan,
hingga hilang ingatan pulang?

Beri aku satu gelas kerinduan, agar aku dapat mengingatnya.

Sabtu, 06 April 2013

Seiris malam

ku menyantap malam yang tinggal beberapa potong; hampir habis
Aku menyeruput gelap yang komposisi terangnya berlebihan
Sehingga pintu rumahku diketuk oleh angin kecewa yang dihembuskan penikmat malam
Maaf, tapi aku ingin seiris malam di kotak bekalku nanti siang

Jumat, 05 April 2013

Kartu pos rusia

Kartu posnya di dalem amplop. Girang banget nerimanya! :D

Kamis, 04 April 2013

Hilang

Sebuah amplop berisi satu ikat rasa kasih
Dikirim dari kantor pos nun jauh
Ditimbang pada timbangan besi berkarat

Setelah aku buka ternyata ikatannya sudah terlepas
Rasa kasihnya entah terjatuh di mana

Senin, 01 April 2013

Pelangi kemarin

Ujung pelangi mencium pucuk pepohonan
Diberikan-Nya kami hampir empat puluh lima menit
Di jalan tempat jiwa berhimpitan
Kita bersaing mencuri warna pelangi dengan sengit

Nyatanya kita hanya mampu menyalin warna dengan kelir yang hampir patah
Kemudian memajangnya di kamar kamar yang dindingnya hampir terbelah