Senin, 29 Agustus 2011

UHU

Benar? Bisa ga ngerekatin hati yang jauh?
:)

Sabtu, 27 Agustus 2011

Senja di Ujung Rindu

Ini sedikit bekas perjalanan saya dan sahabat terkasih

"Senja di Ujung Rindu"

Pada senja yang tidak terlalu kuning kita melukiskan kisah
Sebuah hari ketika memandang ujung puncak balairung dari sini
Berdiri di atas kayu yang berderit - derit,
dan kita menikmati senja tanpa kata - kata

Selaras angin atau menantangnya burung - burung kehitaman,
Bercanda di atas gelombang lembut danau kenanga
Yang mana yang indah kita lupa untuk mengerti

Entah suara gemerisik saat dahan palem kering merosot
Entah suara kecipak air di lempar bongkah batu

Senja hari ini terlukis searah condong mentari
Berharap, menikmatinya denganmu adalah yang terbaik.


Depok, 26 Agustus 2011

Rabu, 24 Agustus 2011

Ada apa dengan matamu? Sepertinya lain. Oh bukan, ternyata yang berbeda justru hatiku.
dinia, Depok

Sentuhan Untuk Hati

Tak ada yang bisa memaksa untuk menyentuh hati seseorang. Tidak juga program seperti ESQ atau CBT yang mahal. Bisa jadi menyentuh tetapi dengan efek berapa lama?
Mungkin sekadar berjalan - jalan di pinggir ibu kota, atau memanggil tukang solder wajan bisa lebih membuka hatimu.
depok, di  rumah tercinta

Minggu, 21 Agustus 2011

Ada Kamu di Sana

Block tempat aku berjalan terasa berguncang
Hari itu ada hujan turun tiba tiba
Tampaknya kamu suka hujan ya?
 baiklah

Di dalam halte kecil yang dekil,
belum, azan belum sampai pada gelombang panjang

Ada kamu di sana
Sungging senyum entah untuk siapa

Mungkin bebas siapa mau memilih

Kamu di sana dekat pada got kering tanpa air
jika malam mungkin kamu bahagia, karena leluasa melihat lihat riasan langit
sulaman bintang, atau mungkin bulan yang seperti kancing terlalu besar

Sudahlah, tapi harimu aku tahu
dikagumi tanpa lelah dan ditanya tanya seperti buronan
atau justru dikentuti besi besi yang berseliweran tiap hari?
mereka memang begitu, sering tidak sopan

Aih, dikau yang sangat tipis
terkait tali rapia pada sudut sudut lengan mu

Aku beranjak pergi dari halte kecil.
Dan hujan berhenti tiba tiba

Jumat, 19 Agustus 2011

Garis Tertinggi

Di garis kehidupan tertinggi aku sekarang
Bebas, leluasa mengedar mata
Ada kana kana merah kuning juga jingga di bawah sana
Memeriahkan ujung tapak kaki patung hitam itu
Dari sini genting - genting merah kepanasan,
tetapi rela dipijak kaki kaki mungil burung gereja atau kutilang
Beringin di garda depan terlihat berbaris baris menyambut tetamu
Kasihan mereka,
berdiri tegak sepanjang hari , sementara angin bersuit suit mengajak bermain,
melenggang di aspal panas
Siapa yang buat begitu?
Entahlah,
beringin jadi patung dikutuk langit

Di garis tertinggi berbatas bata merah
Aku menyesap angin, merasa kebebasan
Tak perlu dipedulikan ini rumah siapa
Secara hati ini kandangku juga
T : "Apa maksudnya ini semua?"
J : "Aku sedang ingin bercanda denganmu."
T : "Wah kalau Anda tidak menanggap ini dengan serius, saya khawatir harus pergi. Waktu saya   sangat       berharga."        
J : "Bercanda itu sesuatu yang sangat serius."

          (Obsesi perempuan berkumis, "Dear John Wayne", Sherman Alexie)

Rabu, 17 Agustus 2011

Magis

Magismu aku serap, baru saja tadi malam
ceramah lewat baris hitam kata yang bisu dan tuli
jangan bilang ini main main
cenayangku menyampaikan,
 bola kristal berkata "ya"

Magismu rasuk aku yang kosong,
dnan kita jadi satu dalam raga angin yang salah
Ah!
terpenjaralah jiwa oleh nama sekujur badan
tak ada jalan keluar, jiwa jadi satu.

Dirgahayoe Negara Saja

Matahari sedang menandjak, ingin sampai pada poentjak djoelangnja. Pagi, sekarang masih pagi. Kami berdjadjar djadi barisan semoet poetih dari penghoedjoeng langit. Beriring iring menoeliskan djedjak djedjak pedjoeang baroe. Biar kami dikepoeng beringin beringin dan flamboyan bisoe! Biar djaket djaket senada matahari mendjoelang-djoelang di hadapan kami! Soedahlah kami pedjuang moeda tak gentar, karena ada si djangkoeng koeroes jang perloe tjoemboean merah poetih. Kami haroues menghantarkanja, hingga nanti tjoemboean terbawa sampai batas tertinggi langit. Oh! Hari ini soenggoeh milik kami, milik tanah merah di bawah kaki kami, milik semoea jang mengepoeng kami, milik merah poetih, milik iboe pertiwi. Para tjapoeng peon ikoet berbahagia memiliki doea empat poeloeh djam hari ini. Terbang terbang tanpa maloe maloe di atas kepala kepala kami jang kepanasan. Ah matahari semakin menjiksa.Tapi soenggoeh negeri saja bersorak raya! Bahkan semoet semoet poen keloear, dan bertjium mesra tanpa maloe maloe.

Selasa, 16 Agustus 2011

Angin

Membiasakan diri mencintai angin. Yang gerak lembutnya membawa gemerisik di bambu bambu yang jangkung itu. Yang mengayun lembut jemari lentik hijau rerumputan. Yang meniupkan gelombang pada keruh permukaan air danau. Yang jauh, yang menyebar, hilang dari horizon pandang milik mata hati. Karena angin bisa jadi setajam pisau dinginnya, karena angin bisa segila ribut putar mesin cuci jadinya. Perusak, penghancur. Jadi, membiasakan diri adalah yang terhormat, dihormati, dan menghormati. Hingga nanti kita tetap kokoh berdiri, dan berpijak.

Jatuh Hati

Semuanya, yang terjadi pada setipis bagian itu terlalu cepat cepat
Menghalaunya bagai, menahan pelangi setelah hujan
Munafik seperti yang lain bila letupannya dibilang menjijikkan atau buruk
Indah, mana ada pelangi yang tidak molek dan indah?

Salju pun boleh kubilang turun hari ini.
Tampak nyata, dari untaian kata bisu menjadi saksi aku jatuh hati padamu.
Tersembunyilah dari mata awam, di mana salju itu.
Yang jelas musim gugur berakhir, tapi mana tahu akan terulang setelah hari yang tergesa gesa ini.

Jangankan kau muncul sebagai kita di depan orang
Bertukar senyum pun bagai menunggu robohnya beringin.

Hari ini mungkin terlalu terburu buru untuk datang nya salju yang indah.
Tapi toh musim panas jadi terlalu mencekik akhir akhir ini.
Dan Kamu datang terlalu cepat, tapi tepat agar kerontang bukan jadi kemarau berkepanjangan


Selasa, 09 Agustus 2011

"Kamis? Kamis ini? Sudah lupakan saja, saya harap tidak ada yang mengingatnya. Saya benci ulang tahun saya."

Minggu, 07 Agustus 2011

"BETAPA BENCINYA GUE KEHILANGAN SELURUH IDE IDE GUE DALAM BENTUK TULISAN. BENCI!"

Hati yang lebih kuat ya Tuhan

bulan separuh di langit malam ini.
mungkin ada bintang, entahlah saya tak terlalu memperhatikan.
dan kilau bulan pun baru saya sadari di gerbang rumah yang gelap.

hah rasanya saya sudah berjanji ya pada diri saya
tapi rupanya bukan sembarang janji, karena sulit ditepati padahal harus

jauh sebelum ini, saya berharap bukan lagi hal hal sensitif yang menguasai diri saya.
wah rupanya sulit, apalagi anda mencoba mengacak acak hati saya seperti orang yang kemarin itu

monitor laptop terang seperti bulan di luar
tapi tak begitu terang karena dikelilingi cahaya lampu neon di ruang ruang di rumah saya.

rupanya ada lagi pengganggu, yang mengacak acak hati saya.
tolong Tuhan, berikan hamba hati yang kuat