Di garis kehidupan tertinggi aku sekarang
Bebas, leluasa mengedar mata
Ada kana kana merah kuning juga jingga di bawah sana
Memeriahkan ujung tapak kaki patung hitam itu
Dari sini genting - genting merah kepanasan,
tetapi rela dipijak kaki kaki mungil burung gereja atau kutilang
Beringin di garda depan terlihat berbaris baris menyambut tetamu
Kasihan mereka,
berdiri tegak sepanjang hari , sementara angin bersuit suit mengajak bermain,
melenggang di aspal panas
Siapa yang buat begitu?
Entahlah,
beringin jadi patung dikutuk langit
Di garis tertinggi berbatas bata merah
Aku menyesap angin, merasa kebebasan
Tak perlu dipedulikan ini rumah siapa
Secara hati ini kandangku juga