Selasa, 24 Juli 2012

Saya dan Kamu

Tuhan tidak salah memilih.
saya dan kamu pasir dari pantai berbeda
terbawa arus pada samudera luas
dan tak pernah bertemu karena samudera betul-betul luas

Jumat, 20 Juli 2012

Sampah Edisi V

some hand drawings



Rabu, 18 Juli 2012

Kitin

Hari ini saya akan menulis tentang salah satu teman baik saya. Namanya Christina Febriani Lautsan Fernandes, beken dengan nama "Kitin". Kenapa harus Kitin? Karena saya dipastikan tidak akan bertemu dan berkomunikasi sama sekali dengan dia sampai satu tahun ke depan.

Kitin teman saya dari SMP. Kala itu kami tidak terlalu dekat, tetapi dengan sifatnya yang supel dan heboh dia selalu menjadi kenalan masa SMP saya. Kemudian kami masuk ke SMA yang sama. Pada saat inilah kami menjadi agak lebih dekat. Dari SMP kami yang masuk SMA 39 kebetulan hanya belasan orang, dan kebetulan beberapa dari mereka cukup dekat dengan saya.

Dua tahun terakhir masa SMA kami berada di kelas yang sama karena memang tidak ada pengacakan kelas pada kenaikan dari kelas XI ke kelas XII. Kami pun berada pada barisan yang sama. Saya, Kitin, Tara, Tita, Mpok, Genta, Ade, Irma. Makin lama makin dekat, dan makin seru.

Seiring berjalan waktu, kami semua berkuliah kecuali Kitin. Dari SMP Kitin memang selalu ingin masuk kepolisian supaya jadi polwan. Ternyata tahun pertama setelah lulus SMA, Kitin gagal jadi polwan. Tahun ini dia coba daftar kowal. Tahu kowal apa? Korps Wanita Angkatan Laut.

Untuk ini Kitin berusaha abis-abisan. Dia jogging tengah hari bolong pake jaket parasut, suntik varises, berenang, lalalala. Banyak banget yang dia lakukan supaya bisa diterima. Setelah lolos tes wilayah Jakarta, Kitin berangkat tanggal 3 Juli kemarin ke Malang untuk tes selama dua minggu. Hari ini ternyata pengumuman dari tes selama dua minggu itu, dan Kitin lolos.

Konsekuensinya adalah Kitin akan masuk asrama untuk pendidikan lanjutan selama (kurang-lebih) 5 bulan di Surabaya. Tanpa komunikasi sama sekali. Tetapi bukan hanya lima bulan, karena setelah pendidikan Kitin bakal terus di Surabaya hingga total waktu satu tahun. Hmm.. kebayang ya segitu lama tanpa komunikasi.

---------

Kitins manusia usil, bokep, dan selalu menyapa mama saya dengan baik hati setiap ketemu. Meski jarang ketemu sama mama saya, tapi setiap ketemu selalu seperti kenal lama. Kitin, kitin....

-------------

Ingat-ingat kenyataan ini, ternyata memang masa SMA itu udah lama sekali ya. Dan memori, kenangan itu masih ada di kepala saya. Ternyata kenangan cuma sesuatu yang terperangkap di kepala saya, dan kenyataannya semua sudah jauh, pergi, berkembang.

G-string sebagi kado ulang tahun Kitin. Bagus kan?

Kitin nangis pas dikasih surprise ulang tahun ke-17

menjajah mac panjul

di rumah Ninis


Kitin, satu dari teman baik saya. Selamat berjuang! Jangan berubah ya, tetep bokep, heboh, dan ga tau malu. Akan sangat rindu sama lo! :"*

Sabtu, 14 Juli 2012

Karena Indonesia Bukan Hanya.........

Karena Indonesia bukan hanya Jakarta yang ber-PIM, ber-Central Park, ber-SCBD
Karena Indonesia bukan hanya kota besar yang manipulatif dengan toko-toko berlampu indah
Karena anak-anak Indonesia bukan hanya mereka yang  berakhir pekan dengan tontonan di bioskop lengkap dengan berondong jagung dan minuman populer di kedua tangan
atau mereka yang menghabiskan petang-senjanya dengan berbagai les mahal
Karena jalan-jalan di Indonesia bukan hanya dijilat roda-roda mobil mewah
Karena ada bajaj, bemo, delman, dan kaki kuda dan kaki manusia tanpa sepatu memaku jalan
Karena Indonesia bukan hanya tentang perut-perut yang kenyang, tidur yang nyenyak, dan pendidikan yang layak
Karena Indonesia bukan hanya cerita tentang kemuliaan kota-kota besar yang senang berpura-pura melainkan juga  tentang manusia-manusia miskin dan anak-anak buncit tak bersekolah

setidaknya

Saya pernah berada dalam satu ruangan yang sama dengan kamu
Mengingatnya, saya baru sadar bahwa kala itu kita menghirup udara yang sama
kamu menghirup udara dari saya, saya mengirup udara dari kamu
Ya, saya sadar kenyataan itu tak akan mengubah apa pun di antara kita

Ketika kita berada dalam satu ruang yang cukup padat itu,
kita tidak pula bertukar sapa
tidak pula berujar nama.

Tetapi mengingatnya lagi, saya cukup bahagia
bahwa saya pernah menjadi bagian dari satu di antara yang kamu lihat kala itu

dimensi kita sama kala itu

dan saya senang setidaknya pernah hadir dalam sebagai penonton