Ujung pelangi mencium pucuk pepohonan
Diberikan-Nya kami hampir empat puluh lima menit
Di jalan tempat jiwa berhimpitan
Kita bersaing mencuri warna pelangi dengan sengit
Nyatanya kita hanya mampu menyalin warna dengan kelir yang hampir patah
Kemudian memajangnya di kamar kamar yang dindingnya hampir terbelah