Pernah nonton The Help? Yap, film ini menurut saya bagus sekali. Pertama karena, perspektif yang diambil di film ini berbeda, dari orang kulit hitam. Kedua karena setelah saya belajar filsafat Prancis di kelas DPP (masih pengantar aja kok belajarnya ^^V) ternyata film ini bisa dikaji dengan berbagai teori filsuf yang saya pelajari, terutama Cixous yang sangat menekankan pentingnya perempuan menulis. Namun, sayangnya saya terlanjur mengambil Toy Story sebagai topik makalah akhir. Walhasil ide menganalisis film The Help saya pending entah sampai kapan. Hehehe.
Nah, apa kaitannya The Help dengan postingan kali ini? Salah satu yang paling membekas dari film itu adalah Minny's Chocolate Pie. Anda ingat akan ulah Minny pada pie nya? Saya tidak akan membahas hal itu. Mari kita skip bagian menjijikkan itu.
Minny's Chocolate Pie atau dalam Bahasa Indonesia Pie Coklat buatan Minny terkenal sekali di kalangan ibu-ibu di Jacksonville. Hilly, majikan Minny yang kemudian memecatnya, selalu membanggakan pie coklat itu. Ketika ada 'arisan' ibu-ibu (saya tidak tahu musti menyebutnya apa),Hilly selalu membawa pie itu dan semua orang selalu mengagumi masakan Minny.
Saya sendiri sebagai penonton juga ikutan ngiler melihat Pie coklat buatan Minny. Walhasil saya sempat mencari-cari resep tersebut. Akan tetapi, saya tidak langsung menulis Minny's chocolate pie the help sebagai kata kunci pencarian sehingga pie yang dimaksud pun tidak kunjung ketemu.
Nah beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke blognya mba Endang, dan menemukan resep French Silk Chocolate Tart. Melihat tampilan yang mirip-mirip dengan Minny's Chocolate Pie saya dengan semangat memutuskan untuk mempraktikkan resep itu.
![]() |
| I drizzled milk and cacao powder |
Saya beberapa kali membuat pie dan beberapa kali juga kecewa karena rasanya tidak jauh beda dengan kulit kue nastar. Pernah coba Apple Pie yang di Bogor? Jujur rasanya kurang masuk di lidah saya karena pie crustnya terlalu lembut, mirip-mirip kue nastar. Beberapa resep yang pernah saya coba juga tidak cocok teksturnya. Terkadang keras sekali, terkadang lembek sekali. Yang saya inginkan, crust pie yang garing, berremah, berpasir, dan berlapis-lapis.
Setelah saya telusuri, ternyata kandungan asam dapat membuat dapat membuat crust pie menjadi lebih lembut, tapi tetap renyah. Beberapa resep menggunakan white vinegar, beberapa menggunakan perasan jeruk. Saya sendiri menggunakan jeruk nipis.
Frnch Silk Chocolate Tart a la Mba Endang
(resep asli bisa dilihat di sini)
Bahan Tart
- 195 gram tepung terigu serba guna (misal Segitiga Biru)
- 113 gram margarine suhu ruang
- 2 sdm gula pasir
- 1 butir telur, kocok lepas
- sejumput garam
- 113 gram margarine suhu ruang
- 2 sdm gula pasir
- 1 butir telur, kocok lepas
- sejumput garam
- 1 sdt jeruk nipis
Filling
Filling
- 1/8 sendok teh garam
- 11 gram coklat blok, potong-potong menjadi ukuran lebih kecil
- 150 gram margarine (saya pakai Blueband)
- 125 gram gula pasir (kurangi ya, ini kemanisan bagi saya)
- 2 butir telur
- 2 butir telur
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- 1 sdm susu bubuk putih full cream (bisa diskip)
- 1 sdm cacao powder (bisa diskip atau justru ditambahkan komposisinya sesuai selera)
Cara:
Step membuat tart
- Campurkan terigu, gula, dan sejumput garam di dalam satu wadah.
- Di wadah terpisah kocok mentega hingga lembut, sambil sedikit demi sedikit masukkan campuran terigu garam, dan gula.
- Ketika adonan sudah berpasir, masukkan telur yang sudah dikocok lepas. Naikkan speed mikser.
- Masukkan air jeurk nipis. Matikan mikser.
- Balut adonan yang sudah kalis dengan plastick wrap atau dengan plastik jenis lain. Tujuannya agar adonan tidak banyak bersentuhan dengan udara.
- Masukkan ke dalam kulkas selama +/- 30 menit s.d. satu jam.
- Cetak adonan di loyang pie ukuran 20cm atau loyang lain yang sesuai (saya pakai pyrex berbentuk oval).
- Tusuk-tusuk adonan dengan garpu. Ini bagian penting, jika tidak ditusuk adonan akan menggembung seperti balon ketika di panggang.
- Panggang selama +/- 30 menit. Pemanggangan tergantung jenis kompor dan oven. Saya sendiri emnggunakan otang alias oven tangkring merk Hock. Dengan segala kekurangan yang dimilikinya, saya berhasil memanggang crust saya selama +/- 45 menit dengan membuka lubang udara di bagian atas kompor.
- Keluarkan dari oven dan dinginkan di cooling rack.
Step membuat filling
- Kocok margarine dengan sedikit demi sedikit memasukkan gula, garam dan vanilla. Pada tahap ini Anda harus mulai mencairkan coklat batang yang telah dipotong-potong kecil. Gunakan teknik au bain marie.
- Tambahkan susu dan cacao powder sambil terus dikocok hingga gula halus. Cek coklat yang sedang dilelehkan.
- Masukkan coklat leleh, dan kocok hingga tercampur rata.
- Masukkan telur satu per satu dengan speed mikser yang paling tinggi.
- Kocok terus hingga tercampur rata.
Selanjutnya, masukkan filling ke dalam crust tart yang sudah dingin. Kemudian simpan di kulkas (tidak perlu di freezer) minimal dua jam sebelum disajikan.
Tekstur filling nya begitu lembut dan lumer. Jika dibiarkan di suhu ruan lama-lama akan meleleh. Ah ya, mirip es krim!
Sajikan dingin dan Yummm!!!
_______________________________________________________
Catatan
- Filling tidak dimasak, jadi bisa dikatakan kalau telur menjadi 'matang' bukan karena dimasak tapi karena proses pengocokkan.
- Kalau kata mba Endang penganan ini tidak disarankan bagi ibu hamil karena telur yang digunakan tidak betul-betul matang.
- Gunakan gula bubuk atau gula kastor instead of gula pasir untuk filling. Gula pasir saya tidak terlalu halus sehingga sedikit masih terasa di filling yang saya buat. Hal itu juga bisa jadi disebabkan oleh proses pengocokkan margarine dan gula yang kurang lama.
- Cacao powder memberikan warna yang lebih gelap sehingga jika Anda ingin filling yang lebih gelap, Anda bisa menambahkannya.
- Jika Anda bukan penyika manis, ada baiknya Anda kurangi takaran gula untuk filling.
- Saya janji akan belajar untuk memotret dengan lebih baik :3


