Hallo!
Beberapa waktu lalu saya menceritakan tentang crispy churros yang saya buat sebagai modifikasi resep Mba Ricke. Kala itu, saya mengganti margarine dengan minyak dan mengurangi jumlah telur menjadi satu butir saja. Kalau mau tahu cerita lengkapnya, bisa baca di sini..
Dengan modifikasi tersebut, churros yang dihasilkan memang renyah sekali, bahkan sampai berjam-jam sejak churros digoreng. Nah itu tekstur yang memang saya dambakan!
Permasalahan muncul ketika timbul pertanyaan, dari mana kerenyahan itu timbul? Dari substitusi margarine dengan minyakkah? Atau justru dari jumlah telur yang dikurangi?
Beberapa hari setelah post tentang churros itu saya buat, rasa penasaran mengetuk-ngetuk relung hati saya (lebay). Haha. Jadilah hari itu saya membuat churros lagi dengan model trial and error.
Resepnya sama dengan yang sudah saya post sebelumnya.. Akan tetapi, komposisi lemak saya jadikan 2:3 antara minyak dan margarin. Artinya, dengan proporsi 50 gram dalam satu resep adonan, saya menggunakan 20 gram minyak dan 30 gram margarine. Adonan menjadi sangat lembut. Bisa jadi ini juga karena telur yang saya gunakan besar. Hasilnya?
Hmm.. bisa dikatakan jauh dari kesan crispy. Memang renyah, tapi kembali lagi hanya bertahan sebentar. Churros jadi lembek ketika sudah dingin.. (Dan itu bukan selera saya).. Huft...
Kesimpulannya, gunakanlah minyak, dan buatlah adonan yang keras sekalipun cukup sulit disemprotkan dari spuit. Juga, saran saya kocoklah telur sehingga putih dan kuningnya bersatu dulu, baru masukkan ke dalam adonan. Masukkan perlahan sambil perhatikan konsistensi adonan. Ingat ya, adonan churros yang renyah-lembut konsistensinya cenderung padat dan kental sekali.
Selamat mencoba! :)