Terlalu banyak kebetulan ya?
Ketika kita bertemu tanpa gelombang dan tanpa rasa.
Yang menonton ya aku, yang jadi penonton ya aku
Bukan, Kau bukan sebagai aktor di layar lebar
Yang ketika menontonnya aku harus lebih dulu menyerahkan tiket
Bukan,
Kali ini Kau adalah aktor layar susut yang menemaniku hingga jam dua malam.
Tidak ada yang lebih dekat dari apa yang ku rasa.
Aku tahu kekonyolan begini harus ada batas waktunya.
Aku sadar ini permulaan dan aku menikmatinya.
Aku ingin tertawajika mengingatmu.
Dan berterima kasih pula,
Kau mengembalikan rasa yang tak pernah Kau curi.
Terima kasih.
Kapan-kapan kita harus bertemu sebagai manusia dengan manusia.
Secara wajar saja.