Kamis, 18 Maret 2021

Antrean bahagia

Orang-orang berburu kebahagiaan
Dari pagi sampai pagi lagi
Mereka coba berbagai jalur yang menuntun pada rasa nyaman, tenang, dan aman
Lewat yang instan rasanya memang mudah, tanpa banyak usaha
Yang lebih sulit ada,
Dengan banyak tantangan, tapi rasa bahagianya juga bertahan lebih lama

Aku juga bagian dari arus manusia yang sedang mengantre untuk bahagia
Malam-malam kupikirkan seksama bagaimana caranya lepas dari rasa hambar yang tak berujung
Mau lari ke mana pun tidak bisa kan?
Aku mondar-mandir dalam imajinasiku.

Sepertinya aku salah mengambil antrean untuk jadi bahagia
Loket yang kupilih ada di tengah-tengah loket lain, tapi jarang yang memilih
Tiap maju satu langkah untuk bahagia, aku selalu diiringi dengan bayang-bayang monster yang akan menggigit
Yang menarik lenganku ke kanan dan ke kiri
Menyeretku menemui ketakutan dan hal-hal buruk yang aku hindari

Aku juga mau bahagia.
Tapi kenapa rasanya sulit sekali?

Di perjalanan menjemput rasa aman, nyaman, dan tenang
Ada yang menawariku berbagai permen yang manis
Menawariku teh hangat
Menawariku rasa kasih dan sayang yang aku impi-impikan selama ini

Lalu aku berpikir, apa aku tidak perlu lagi mengantre untuk rasa bahagia?
Apa aku sudah sampai di ujung dan memang saatnya duduk menikmati momen-momen yang menyenangkan?

Tapi kemudian selalu ada badai
Aku terpental ke ruang gelap yang tak mau aku jejaki
Berulang kali sampai aku lelah

Kapan ini berakhir?