Senin, 26 Desember 2011

Bilanglah, Kasih

Bilang lagi ketika kamu mau muncul. Aku akan bersiap-siap. Kalau begini sia-sia kita hanya membuang muka satu sama lain.

Bilang lagi ketika kamu mau pergi. Aku akan bersiap-siap. Kalau begini aku sedih, karena lupa melambaikan setangan.

Bilang lagi ketika kamu ada di samping aku. Aku akan bersiap-siap. Kalau begini kita rikuh, padahal ingin berkasih-kasih.

Bilang lagi ketika.....

Jumat, 23 Desember 2011

Jalan-jalan

Kencani hamba nanti malam Tuan,
Hamba temani Tuan minum wedang di samping toko sepatu Koh Lim
Izinkan hamba tahu dulu ya Tuan, kirimkan merpati untuk undangannya 
Hamba mau dandan yang cantik untuk Tuan

Kalau-kalau di alun-alun ada kembang api,
Hamba tidak mau melewatkannya sendiri
Mari saksikan sama-sama biar kita tertawa-tawa, dan punya kisah masing-masing

Tuan antarkan hamba pulang ya Tuan,
Ya, rumah hamba masih yang dulu, yang ada pohon sirsak di depannya

Kencani hamba ya,
Hamba menunggumu datang jam tujuh malam
Bawa sepedamu Tuan,
Boncengi hamba di sadel belakang
Jangan kebut-kebut ya
Hamba takut

Ah, Ibu melarang hamba keluar Tuan.
Titip suratmu pada Pak Ratmo,
Nanti hamba balas, Tuan harus mau menunggu

Selasa, 13 Desember 2011

Ada satu hal yang benar-benar saya rindukan dari masa-masa SMA saya. Ketika saya datang pagi-pagi, sekolah masih sepi, dan saat itu saya leluasa menyaksikan gunung pangrango dan gunung gede di sebuah sudut bumi.