Holla dan Hallo!
Assalamualykum deh kali ini. Kan muslim biar mencirikan lah.
Okay setelah tentang tomat - tomatan, nah sekarang aku mau post sebuah cerpen. Cerpen yang aku buat beberapa hari yang lalu.
Baiklah, here we go
Pasukan Penyembuh Batuk Lucky!
Tiga hari terakhir Lucky tampak murung dan lesu. Di kelas, bocah lelaki yang bertubuh gempal dengan pipi seperti bakpau itu lebih banyak diam di tempat duduknya. Biasanya Lucky tidak henti berbicara, membuat lelucon, atau menjahili temannya.Walaupun terkadang suka jahil, Lucky disayang oleh banyak teman dan gurunya karena sifatnya yang murah hati.
Hari ini Lucky masih belum tampil seperti biasanya. Ia sering kali terbatuk - batuk sampai sesak napas. Teman - teman Lucky yang merasa iba, sudah sering menawarkan bantuan kepada Lucky untuk mengantarnya ke Unit Kesehatan Sekolah. Akan tetapi, Lucky selalu menggeleng lemas, menolak bantuan tersebut. Saat pelajaran Bahasa Indonesia, bu Guru Sinta pun menawarkan Lucky untuk minum obat di UKS. Namun tetap saja Lucky menggeleng tidak mau.
Rudi, Emi dan Farah teman sekelas Lucky merasa sangat iba dnegan kondisi Lucky. Mereka mengadakan rapat guna membahas kondisi Lucky sepulang sekolah.
"Teman - teman kasihan yanh si gembul yang satu itu." ujar Emi
"Iya, aku bingung kenapa dia tak kunjung sembuh ya. Kan jadi tidak ada yang lucu lagi di kelas." smabung Farah
"Teman - teman bagaiman kalau kita mencari ramuan untuk menyembuhakan Lucky?"
tanya Rudi
"Wah ide bagus! Setuju! ucap Farah dan Emi berbarengan
Setelah repet itu, mereka pun bergegas mengumpulkan informasi sebanyak - banyaknya mengenai ramuan yang tepat untuk menyembuhkan batuk Lucky.
Keesokan harinya, tiga bocah itu sudah menyusun rencana yang matang untuk menyembuhkan batuk Lucky. Mereka pun sudah memberitahukan teman- teman sekelas yang lain untuk membantu mereka.
Saat jam istirahat tiba mereka sudah sepakat untuk tidak ke luar kelas. Sebetulnya Lucky sudah menyadari ada yang aneh di jam istirahat, apa daya ia terlalu lemas untuk bertanya - tanya.
di tengah riuh rendah siswa - siswi lain yang sedang beristirahat di luar kelas, tiba - tiba sebuah suara mengomandoi seisi kelas.
"SEKARAAAANG!!!!!!!!" komando Rudi.
Tanpa menunggu lama, Gatot, Ihsan, dan Deni lansung menyergap Rudi dari belakang. Dan, hup! Tak sampai lima menit tubuh Lucky yang gempal sudah terikat di kursinya.
"Emi! Farah! Keluarkan!" perintah Rudi seperti dokter kepada susternya.
"Baik!" ucap Emi dan Farah smbil mengangguk dengan takzim.
Lucky yang tidak mengerti berusaha membela diri dengan berteriak, berharap ada yang membantunya. Namun sayang suaranya terlalu parau dan serak untuk dapat didengar dengan jelas. Sementara, keringat dingin Lucky bercucuran karena takut, anak - anak lain justru bersorak - sorak antusias. di antara mereka ada yang terlihat berbisik - bisik penasaran, menunjuk - nunjuk Lucky, dan memasang muka tegang.
Emi yang tadi diperintahkan Rudi pun langsung mengeluarkan benda yang dimaksud. Sling! Benda yang ujungnya runcing itu memantulkan sinar, berkilau - kilau ditimpa cahaya matahari.
Seisi kelas menahan napas melihat benda itu. Pisau rupanya!
"Jahat sekali teman - temanku! Mau diapakan aku?" batin lucky
Setelah pisau dikeluarkan, Emi pun mengeluarkan benda bulat berwarna hijau. Anak - anak lain melongokkan kepalanya , berusaha mencari tahu apa yang dikeluarkan Emi. rupanya benda bulat berwarna hijau itu adalah jeruk nipis. Tak ketinggalan, farah juga mengeluarkan sebotol kecap, dan satu buah sendok.
Emi lantas mengiris jeruk nipis tersebut kemudian memerasnya di atas sesendok kecap.
"Berikan padaku!' pinta Rudi.
Dengan menggenggam rahang Lucky dan memaksanya membuka mulut, rudi pun menyuapkan sendok itu ke mulut Lucky.
Tidak ad areaksi. Seisi kelas bingung, dan menrka - nerka apa yang akan terjadi.
"Hm.. Hmm.. Hm! Lucky berdeham
"Aaa...aa..." sekali lagi Lucky coba buka suara
"Suaraku kembali! Suaraku kembali! Suaraku kembali! Aku sembuh!" teriak Lucky dengan penuh kemenangan sehingga membuat kursi tempatnya diikat berderak - derak.
Seisi kelas pun berloncatan bahagia. Mereka mearasakan bahagia yang teramat sangat melihat Lucky kembali sehat.
Setelah pulang sekolah, Emi, Farah, Rudi, Gatot, Ihsan, dan Deni meminta maaf kepada Lucky.
"Habis kami kasihan sama Kamu. Minum obat ga mau, gimana mau sembuh." celetuk Gatot
"Bukannya aku ga mau minum obat kawan - kawan. Aku sudah minum obat, tapi ga sembuh juga. Aku bosan jadinya, minum obat terus tapi ga sembuh - smebuh."
"Tapi sekarang aku tahu kalau obat tradisional ternyata lebih manjur ya!" sambung Lucky
"Kalau begitu, nanti Kamu sakit lagi kami kasinya jamu yang paling pahit ya!" ucap Farah disambut gelak tawa teman - teman yang lain.
Keceriaan Lucky kini telah kembali. Teman - teman Lucky merasa senang misi mereka telah berhasil. Lucky pun beretrima kasih kepada mereka semua.
tamat
mohon masukannya ya teman!
oh iya kalu mau copy izin dulu ya.
hak cipta euy!