Di dekat rumah saya ada rumah.
Di pekarangan rumah itu ada pohon mengkudu.
Buah mengkudu rasanya pahit.
Kerap dikonsumsi sebagai obat.
Kalau ibu saya suka menceburkan daun mengkudu yang sudah diiris ke dalam nasi goreng.
Sekadar daun saja bagi saya sudah cukup pahit, apalagi buahnya.
Tapi aneh.
Kenapa kupu-kupu banyak bertamu ke pohon mengkudu?
Ada kupu-kupu yang warnanya biru-putih-kuning-coklat.
Semuanya sibuk terbang di pucuk-pucuk pohon mengkudu.
Lalu saya pulang lewat pohon kemuning yang habis berbunga.
Kenapa tidak ada kupu-kupu yang mampir?
Apa kemuning yang harum sudah kalah pamor dengan mengkudu yang pahit?
Haha ngaco ah.