Suatu sore aku melihat keranjang bambu.
Di rumah seorang tua yang serong kanan dari arah sawah bapakku.
Aku berjalan di pematang sore-sore. Karena mulai gelap jadi aku harus segera pulang.
Setelah lewat pohon tanjung barulah rumah seorang tua itu.
Ia mulai menyalakan pelitanya. Rumahnya punya sedikit cahaya.
Di luar, ada keranjang bambu bertumpuk. Ada yang sudah jadi, banyak yang masih setengah jadi. Ada juga potongan bambu yang siap dianyam. Tapi semuanya remang remang, ditelan malam.
Aku cuma lewat sebentar.