Selasa, 02 September 2014
Di Pedalaman Matamu
Aku berenang di matamu.
Menyelami lautan bintang penuh luka.
Dulu sepimu satu per satu datang, mengoyak pedalaman matamu.
Darah katamu adalah suka; mereka membeku jadi kerling baru bernama bintang.
Katamu sepimu indah. Menerangi gelap hidup yang terlalu bingar. Aku menyelam di pedalaman matamu. Menemukan malam yang siap menikam dengan pertanyaan. Menemui pagi yang siap menghadang dengan kata pisah.
Lalu relung matamu menjadi lautan, menjadi buih, menjadi uap, menjadi tiada.
Lalu aku berenang, menyelam, masuk ke dalam matamu yang menyesatkan dalam ingatan terang.
Kamu, matamu yang jalang yang garang yang nyalang yang tanpa sayang telah begitu kelam jadi samudera tak bertuan.