Senin, 21 Februari 2022

Huru hara hatiku tentang ketakutan dan kegelisahan hari esok
Berkecamuk soal bagaimana, jika, dan seribu tanya yang tak berbentuk kalimat
Aku berusaha meredam agar tak nampak
Tapi mungkin apa yang aku rasa betul-betul seperti badai yang tiba-tiba muncul kemudian hilang

Di akhir hari aku termenung dan bertanya pada diri sendiri soal apa yang terjadi
Yang mana yang nyata? Yang mana yang hanya ilusi di kepalaku? Yang mana yang hanya sisa-sisa mimpi?
Realitaku terbentur ilusi yang tak aku sadari
Pada dasarnya aku buat sendiri, tanpa sadar

Lalu aku terjebak di dalamnya