Apa hidup itu seindah pemandangan dari bianglala? Tidak mengacu pada titik apapun. Kian detik yang dijalani bianglala berputar. Pengunjung mirip air di ember yang terayun-ayun.
Kalau malam hari, lampu-lampu di bawah bernyanyi. Satu sembunyi, ribuan muncul. Satu terang tenggelam, ribuan muncul.
Apa iya kebahagiaan seperti pemandangan lampu dari puncak bianglala pada malam hari?
Sesederhana itu kah? atau justru itu tidak sederhana?
Hidup jabaran panjang dari perjumpaan dan perpisahan, tangis dan tawa, naik dan turun, pergi dan kembali.
Selalu ada celah untuk kembali. Dalam arti apapun.
Bianglala, komidi putar sama saja. Keduanya sama-sama berputar. Bedanya bianglala berputar vertikal, komidi putar berputar horizontal. Bedanya bianglala berputar lebih lamban dari komidi putar. Bedanya, kalau naik bianglala bisa beramai-ramai, kalau naik komidi putar paling banyak bisa berdua. Bedanya kalau berfoto saat naik komidi putar biasanya buram, kalau saat naik bianglala tidak. Bedanya, bedanya, selalu ada beda.