Pernah tidak anda merasa dikuntit setiap saat?
Diintipi setiap gerak anda, diawasi setiap perkataan anda, dan disusupi bahkan sampai ke otak dan alam piukiran anda.
Kalau pernah, saya sedang mengalaminya sekarang.
Di blog ini sebetulnya saya mau telanjang saja, jadi kapan-kapan yang membaca tahu ketelanjangan saya. Walaupun, kalau mau dibilang tidak seratus persen. Kadang saya justru pura-pura telanjang, padahal yang orang ketahui itu palsu. Ketelanjangan saya di sini bisa jadi asli atau palsu, hanya pura-pura.
Tapi kan itu tidak penting. Kadang saya merasa seperti anjing piaraan lepas dari kandang di sini. Bebas dan lepas. Mau gigit orang juga boleh, tinggal kabur setelahnya. Lagipula saya tidak terkontaminasi rabies (semisal saya adalah anjing). Eh entahlah mungkin juga sudah terkontaminasi. Intinya, saya bisa lepas di blog ini. Jadi diri saya sendiri. Seperti di bagian ini.
Tapi di bagian sekarang ini, saya mau cerita hal yang berbeda. Di banyak waktu saya merasa blog ini tak ubahnya penjara. Ke sana ke mari saya tetap membawa citra. Tetap peduli pada pikiran orang lain (anda). Padahal "anda" itu sebetulnya ada atau hanya imajinasi, saya pun tidak tahu. Kalau sudah merasa dikuntit sampai ke kepala, saya merasa otonomi saya terganggu. Rasanya tampak di mata saya sedang mengerjakan sesuatu yang saya kehendaki di blog ini, padahal sebetulnya saya hanya menuruti kehendak entah perasaan atau suara atau apalah namanya di kepala saya. Nah! Dia itu penguntitnya!
Anda mengertikan?
Ada penguntit di mana pun, bahkan untuk menyatakan "saya tidak suka blablabla" saya tidak merasa punya kebebasan untuk melakukannya.
Apa sih yang mengikat begini? Pikiran saya sendiri ya? Apa mungkin penjara dan ketidakbebasan ini saya yang cipatakan sendiri? Kalau iya, kenapa saya tidak punya kuasa untuk melepaskan pengaruhnya?
Ah! Saya tahu! Penguntitnya bisa jadi adalah Anda! Bisa jadi!