Tadi kita meracau lagi kepada waktu dan langit.
Menanti cahaya pulang ke rumahnya masing-masing, kita terpekur dan menarik rasa untuk disimpan sendiri,
mengolah sukma yang riuh bahagia, dan menuntunnya menjadi damai yang sederhana.
Kemudian turun gelap perlahan diiringi deru mobil, motor, dan jerit kereta, ternyata malam adalah peta bagi para cahaya.
Seperti kunang-kunang, cahaya terbang kian kemari menunggu.. menggoda...
Namun waktu sia-sia, tak tercuri. Lalu, saku tak pernah lebih luas daripada ingatan untuk dapat digenangi oleh cahaya oleh kenangan indah ini.