Ramairamai kita meramaikan mimpi yang mulai sepi dan kelelahan
Dengan menyeruput secangkir harapan yang hampir basi, kita bergegas menaburkan benihbenih kehidupan di tanah mimpi yang basah disiram hujan
Kemudian kita menunggu langit menyerahkan setengah jiwanya pada gelap;
kita kehadiran bintangbintang yang saling nyaring berdenting;
membangunkan tokohtokoh yang enggan tertidur.
Sebuah cerita dari kita berdua mengalir mengusik kehidupan yang hampir memejamkan hatinya.
Bagaimanapun tak ada yang sanggup mengusik dan mengusir kita dari mimpi yang baru saja bangun
Karena mimpi pun sebenarnya berutang budi pada kita, dan tanpa mimpi si peniat mengusik tak kan hidup.
Lalu cerita kita tetap mengalir, memenuhi, menggenangi ceruk kesepian
Perlahan seiring kita lepaskan katakata dalam gelap, cerita kita bercumbu mesra dalam kubangan rasa dan makna;
Mengalir dan menggenang terus menjadi telaga, menjadi laut, menjadi buih, menjadi garam, menjadi tiada, menjadi mimpi yang mengigit.......