Senin, 31 Maret 2014

Kau bawa langkah kecil kakimu
Semarak duka kau tinggalkan dulu karena aku akan pulang
Jalanan itu masih keras, tapi langkahmu seolah melambung
Membuatmu terbang hampir menyentuh langit

Langkah kecil dari kakimu menebar harap supaya kita bisa bertemu lagi
Sebentarbentar kau risau karena perpisahan ini
Sebentarbentar aku gelisah karena matamu terus menahanku

Jembatan menjadi penghujung temu kita
Jala, perahu, layar, dan amis ikan udang membawamu berhenti sebagai kenyataan
Sementara aku mulai saru tentang kamu dan segala pintamu agar aku tak pulang,
Kamu sudah mulai kembali pada asin garam
Tapi aku terlanjur jauh berjalan hingga bingung ke mana kusebut rumah
Karena rumahku tak lagi berbangun
Karena rumahku ada di tawamu ada di hatimu yang hangat