Isyarat adalah bahasa kelu yang tak pernah menari dari kata terucap.
Dalam sepi dan diam, kerling mata bisa jadi tanda, mungkin diartikan salah tapi bisa juga benar.
Isyarat menemukan maknanya dalam kegelisahan yang berharap kekeliruan menjauh dari arti yang ditemukan.
Entah bagaimana, isyarat melemparkan busur panah pada yang dikehendaki. Memberikan peta untuk mencari apa yang dimaksud dari apa yang tersembunyi.
Isyarat membuat perjalanan terasa lambat, diulur-ulur oleh dugaan yang cemasnya mampu menggugurkan daun muda yang baru tumbuh di pohon. Isyarat menjadikan ingatan sebagai ruh: tak bisa dilepaskan untuk kemudian direlakan.
Dan pada suatu ketika yang datang adalah hanya isyarat: entah yang sebenar dirasa, atau justru menciptakan apa yang tiada.