Sore ini ada paket masuk ke dalam aplikasi pesanku:
Puisi yang tidak pernah kutunggu.
Datang saja mengalir tanpa aku antisipasi.
Aku bingung tapi tak mengadu, karena isinya buatku tersipu.
Aku bisikkan padamu isinya:
"Senja yg slalu kutunggu
Senja yg membuatku tenang
Senja yg mengisi kekosonganku
Senja yg ingin ak nikmati dg secangkir teh hangat
Kamu."
Diam diam aku juga siapkan balasan,
Tapi kusimpan di dalam kepalaku,
Kubiarkan berputar putar sebelum kulepaskan dalam bentuk tulisan.
Coba baca, tapi ini rahasia:
"Laut yang gelap dan tak terukur
Menghisap aku yang berusaha berenang dengan tenang
Ada pusaran tak kentara karena gelapmu tak berujung seperti hitam malam
Aku mencari pegangan tapi kamu justru memelukku tak sediakan aku celah,
Tiap hari kurapal doa supaya laut mengembara menemui pagi,
Agar perlahan kelamnya laut memudar,
Menjadi biru kehijauan dan berangsur jernih,
Kalaupun pagi tak kunjung tiba
Aku senantiasa bawakan obor menyala,
Walau pasti padam dalam air,
Tapi tetap aku bawakan,
Lagi dan lagi."