Di dalam cermin aku lihat,
diriku bersama seorang anak kecil,
yang selalu sedih,
sendirian,
menahan tangis,
merasa tersisih,
malu,
terluka,
tak berkawan,
matanya lemah,
meminta pertolongan.
Dia melalui hari ke hari,
masa ke masa menemaniku,
meski senantiasa kuabaikan.
Sesekali kuusap kepalanya dan kukatakan
"Maaf. Aku ga tau harus berbuat apa."
Sering dia tak balas apapun,
tapi terkadang teriaknya tak dapat kuredam.
Hari ini,
di dalam cermin kembali kulihat,
ada anak kecil yang sama
yang selalu ada di sampingku,
Kali ini dia memelukku,
kulihat wajahnya sedikit merona,
tidak tersenyum,
tapi dia sudah tidak lagi malu atau terluka.
Kutanyakan padanya
"Bagaimana bisa?"
"Karena kakak belajar menerima kebaikan. Lukaku satu per satu berangsur membaik."
Bisiknya.