Kamis, 30 April 2026

Mama Era

 Jadi mama ternyata ga semudah itu. Lelah.. Lelah.. Lelah

Kamis, 10 Oktober 2024

Thus I learn not to ask anything to you anymore.

I can handle it.

Senin, 30 September 2024

Hallo blog aku!

Bertahun-tahun kita jalan bareng. Hanya beberapa orang dari masa lalu yang tau soal blog ini. Blog ini berharga banget. Jadi, memang ga akan aku kasih aksesnya ke sembarang orang.

Tapi ternyata apa yang aku anggap berharga belum tentu orang lain juga anggap berharga.

Sudah kuberikan aksesnya kepada orang yang aku sayang. Tapi sepertinya blog ini cuma membuatku terlihat konyol.

Oke, mari kita tutup akses itu.

Mari kembali lagi berdua ya blog aku.

Cukup aku dan kamu aja ya blog yang tau soal update perasaanku.

Aku jadi belajar, ga perlu juga buka akses soal blog ini ke orang lain, even orang tersayang. Blog iki cuma akan jadi olok-olokan.

Kamis, 25 Juli 2024

Ya Allah cukup sampai umur 35 tahun saja. Aku ga mau hidup lama2.

Rabu, 19 Juli 2023

Aku butuh teman

 Ya Tuhan, aku sungguh kesepian.

Aku butuh teman untuk bicara ya Tuhan.

Kupikir selama ini kesepian sudah menjadi temanku. Tapi ternyata tidak mudah berteman dan aku juga enggan berteman dengannya.

Ya Tuhan aku butuh teman. 


Jumat, 21 April 2023

I just want it to end

This is how I survive
By surpressing the demon inside of me
This is how I live 
By neglecting and believing that my dreams are too high
This is how I get along with life
By deleting all my hopes and dreams because I knew already that I'll be a failure instead later
I am not worth of life
This life just prolonged my sadness and my worthlessness
I don't know for how long this strategy of surviving will last?
I might wanna take a chance to just stop
I want to stop
And leave everything behind
There's no use of living if it's this way
I want to get away
I hate everyone
I hate myself
I hate you who's reading this
I want my life to end

Selasa, 18 April 2023

Cukup aku saja

Sekeras apapun aku menginginkan orang lain untuk mendengarkan ceritaku, aku tidak boleh terjerat lagi masuk perangkap kenyamanan 

Aku harus terbiasa tidak banyak bercerita
Terbiasa diam dan melupakan apa yang aku lalui
Terbiasa tidak berpikir dan hanya melakukan apa yang harus aku lakukan
Aku harus terbiasa sendiri, mengandalkan aku dan diriku saja, dan Tuhanku

Kucukupkan diriku dan rasa percaya kepada orang lain.
Kelak orang-orang akan pergi.
Dan aku tidak mau lagi kecanduan rasa sayang, rasa nyaman, dan rasa disayang

Cukup cukup diriku saja.

Terima saja

Sembari mengendarai motor, aku berpikir mungkin selamanya begini..
Memutar kenop gas, melanglang ke jalan-jalan luas maupun sempit, menghalau hujan dan panas, untuk akhirnya kembali ke rumah, ke kamarku, dan bertemu diriku lagi
Tak peduli bagaimana pun aku berusaha ikhlas, terkadang terbersit juga ingin ada teman ketika pulang
Berbagi beban

Tidak apa-apa,
Selalu kubilang: mungkin ini nasibku, jalan hidupku yang tak spesial tapi bukan berarti tak bermakna
Bisa jadi memang jalanku adalah sendiri sampai ujung


Rabu, 08 Maret 2023

Berhenti Iri

Dulu selalu iri kalau ada yang bertunangan, menikah, atau melahirkan.

Sekarang iriku mulai pudar. Rasanya kosong saja. Aku sebisa mungkin selalu sadar kalau itu bukan untukku dan percuma saja menginginkan apapun. 

Hidupku ya akan terus begini. Sendiri, sepi, tapi mudah-mudahan ada maknanya.

Selasa, 07 Maret 2023

Cukup aku saja

Aku sampai pada titik ini.
Titik di mana aku memilih untuk sendiri saja dalam hidupku.
Aku tidak ingin ada siapa-siapa lagi yang datang kemudian pergi.
Tidak usah ada yang datang, itu lebih baik.

Di tahun ini, aku harus belajar nyaman dengan kesendirianku.
Mulai meniatkan dan benar-benar menabung untuk masa tuaku yang akan sendirian.
Mulai belajar tidak berlarut-larut saat ada keinginan untuk bicara dengan orang lain, untuk disayang, untuk dipeluk, ataupun diperhatikan.

Ada saat-saat aku ragu dengan keputusan ini. Tapi, daripada aku harus sakit lagi, ini lebih baik.

Aku mencukupkan diri dengan siapa dan apa yang ada dalam hidupku.
Tak ingin lagi terbuai perkenalan baru. 
Tak ingin lagi menambah nama baru baik sebagai teman atau lebih.

Biarlah aku sendirian.

Terdengar menyedihkan tapi percayalah aku tidak meratap.

Mungkin memang ini jalanku.

Ga papa, mungkin memang takdir dan nasibku begini 

Selasa, 28 Februari 2023

Ada aku

Sering aku bertanya tentang ke mana hidupku akan mengalir
Apakah bermuara di satu hati yang nyaman?

Di antara pertanyaan, kadang ada selingan
Membuat aku berhenti menduga-duga dan sesekali yakin

Kakiku terus melangkah, pikiranku terus bergerak maju, hatiku terus  berharap..
Yang jadi angan belum juga terwujud
Masih bertahan menjadi impian

Sadarkan diriku bahwa tak semua harap berujung hadir
Bahwa pada akhirnya yang terpahit tapi bisa juga jadi yang terindah adalah diri sendiri

Jika tak ada hati lain, setidaknya ada aku untuk bermuara kembali

Dalam sepi, dalam riuh, dalam duka, dalam suka, dalam sakit, dalam sehat, ada aku. Ada diriku.

Rabu, 19 Oktober 2022

I wake up every day just to sit and cry in my bathroom while asking God to end my life that day. I'm tired and I think I need to stop.

Senin, 10 Oktober 2022

kapan aku bahagia?

Ya Allah di setiap hariku aku selalu bertanya kapan giliranku untuk bahagia.
Saat semua tampak sempurna lalu hancur lagi. Kapan aku bisa bahagia seperti orang lain ya Allah?
Aku sudah berusaha mencoba, sudah berusaha sabar. 
Tapi kapan giliranku ya Allah?

Ya Allah akan ada giliranku kan ya?

Atau ga akan pernah ada?

Ya Allah aku ngerasa sendirian ya Allah.

Kenapa harus aku lagi dan lagi ya Allah?

Apa aku sekuat itu?

Minggu, 06 Maret 2022

Hidupku satu tahun kemarin

Hidupku berubah.
Setahun terakhir terasa seperti naik roller coaster. Aku sering kali di atas, sampai lupa rasanya sedih karena cuma bahagia yang mengisi hari-hariku.
Tapi, pada banyak hari aku juga tenggelam ke dalam suasana sedih dan takut yang tidak berujung. Aku selalu penuh tanya, tapi seringnya tanpa harapan.

Setahun ke belakang, rasanya seperti mimpi. Aku tahu ada di dalam mimpi itu, aku tahu ga ada yang akan bertahan lama dalam mimpi. Tapi mimpi yang aku alami terlalu nyata. Rasanya, aku mau tukar apapun yang aku miliki untuk hidup di dalam mimpi indah itu. Aku masih ingat semua tempat, sudut, harum, tekstur, orang yang membersamaiku, dan rasa yang aku alami. Ya semuanya memang nyata. 

Dalam mimpiku semuanya cair. Apa itu prinsip? Apa itu batas-batas dan norma ? Apa itu baik dan buruk ? Tidak ada konsep semacam itu dalam mimpiku. Hanya ada aku dan satu orang lagi. Bagi kami, semuanya berterima. Asal kami bahagia.

Tapi ini mimpi kan? 

Meskipun enak, nyaman, dan nyata. Meskipun aku selalu melibatkan perasaanku. Meskipun ada attachment yang menjadikan aku tergantung pada dia.... Ini mimpikan? 

Aku bisa apa di dalam mimpi ? Semakin dalam rasanya semakin jauh berjalan. Rasanya seperti berjalan di padang bunga yang indah dengan hujan dan terang yang silih berganti. Indah, tapi aku merasa terlalu jauh. Aku takut tersesat dan tidak bisa pulang.

Mimpiku yang terlalu jauh juga membuat tidurku tidak nyenyak.

Berulang kali aku harus memilih antara mimpi indahku atau bangun dan menjalani hidup walau harus kehilangan mimpi itu. Berulang kali aku ingin bangun, tapi tidak bisa. Mimpiku indah sekali... Aku sayang sekali pada dia yang ada di mimpiku. Yang kadang jadi pohon teduh, anak kecil yang butuh teman, bunga yang mekar dengan cantik atau sebaliknya..... Jadi guntur dan halilintar yang mengancamku. Pada akhirnya aku dan dia lebih sering jadi guntur yang bersahutan, jadi topan yang saling buat limbung.

Pada satu titik kuputuskan untuk bangun. Dia limbung, tapi yang dia tidak tahu aku lebih limbung dan gila. Sendirian berbalik arah di tengah perjalanan mimpi yang indah. Sendiriang berusaha menerabas ilalang dan akar yang menutup jalan pulangku. Aku mendengar dia berteriak meminta bantuanku. Aku mendengar dia mengejar ke arahku. Aku mendengar suaranya hampir habis. Aku mendengar semuanya. 

Saat itu aku tidak banyak berpikir. Yang kutau aku harus bangun. Harus tinggalkan dia. Yang kutahu aku harus terburu-buru. Yang aku tahu aku harus membuatnya membenciku.

Aku berlari, dan dia tetap mengikuti. Aku berlari, dan deru napasnya masih dekat. Aku berlari, dan langkah kakinya masih ada. Aku berlari dan...... Dan dia sudah berhenti. Terengah-engah. Dia berhenti. Dan aku kehilangan. Ketika ku tengok sekitar, aku sendiri. Dia sudah berjalan kembali ke padang bunga. Dia berjalan dalam hujan meninggalkanku.

Ketika akhirnya terbangun, aku termenung dan berefleksi panjang soal perjalananku. Sungguh betapa jahatnya aku meninggalkan dia sendirian dalam kebingungan. Sungguh aku tidak punya hati, tak sedikit pun menengok ketika dia berusaha mengejerku. Sungguh aku manusia bodoh yang sangat egois hanya mementingkan diri sendiri. Aku malu pada diriku sendiri. Aku merasa hina dan buruk.

Aku terbangun, tapi bangunku meninggalkan luka dan berbagai pengandaian.

Andai saja aku lebih bijak...
Andai saja aku tidak kabur dan tergesa-gesa meninggalkan dia.
Andai saja aku bisa mengutarakan maksudku ingin berhenti.
Andai saja aku tidak terlalu emosional.
Andai saja aku tidak jahat.
Andai saja aku tidak memintamu membenciku.
Andai saja kita berpisah dengan pelan-pelan, saling melepaskan dengan doa dan rasa sayang.

Andai saja.....

Sekarang bahkan aku tak bisa menjadi temannya. Hal yang telah kami sempat bicarakan dulu.
Sekarang aku cuma bagian yang membuat dirinya hidup dengan trauma.
Sekarang aku cuma jadi pemeran jahat di hidupnya.

Untuk dia:

Maaf atas semua kesalahan dan kebodohanku.
Perasaanku akan selalu sama seperti perasaanku untukmu di tahun kemarin. 



Senin, 21 Februari 2022

Huru hara hatiku tentang ketakutan dan kegelisahan hari esok
Berkecamuk soal bagaimana, jika, dan seribu tanya yang tak berbentuk kalimat
Aku berusaha meredam agar tak nampak
Tapi mungkin apa yang aku rasa betul-betul seperti badai yang tiba-tiba muncul kemudian hilang

Di akhir hari aku termenung dan bertanya pada diri sendiri soal apa yang terjadi
Yang mana yang nyata? Yang mana yang hanya ilusi di kepalaku? Yang mana yang hanya sisa-sisa mimpi?
Realitaku terbentur ilusi yang tak aku sadari
Pada dasarnya aku buat sendiri, tanpa sadar

Lalu aku terjebak di dalamnya


When will I be happy?

Minggu, 09 Januari 2022

Ya

Belajar.
Biar sulit, ya belajar aja.
Belajar ikhlas menerima kondisi.
Belajar melepaskan apa yang perlu dilepaskan.
Belajar nyaman dengan diriku sendiri.
Belajar merasa cukup dengan yang aku punya.
Belajar berhenti mengejar-ngejar apa yang tak akan pernah jadi milikku.

Kusimpan semua kenangan, yang pahit dan manis.

Aku mau melangkah maju.

Kuterima dan kusilakan diriku untuk rindu dan sesekali menangis.

Hey, aku juga manusia normal.

Yang berbeda adalah pilihanku untuk tidak lagi reach out, memilih menyimpan semuanya untuk diriku.

It restarts over and over again.
Tapi aku yakin setiap awal mula aku sudah naik level dari awal sebelumnya.

Untuk diriku:
Ingat ya, tak perlu memenuhi rasa penasaran orang lain soal apa yang kamu rasa.

Sabtu, 22 Mei 2021

Its a long long long période
More than a month
Nearly crying every night
Super tired but I cant stop
Because tears keep coming back for more
I'm not sad
I'm not angry
I don't know what I feel
I just feel exhausted
The extreme fatigue I try to endure in silence
I'm disappointed perhaps
But probably it is something more than that
The voices are getting intense
And i'm doing my best to not be dragged too far
This way is too heavy
Sometimes I think that perhaps it's better to let go of my defense
And just follow the stream

Senin, 17 Mei 2021

Some people make me believe that it's always me who's not enough.
Some people make me think that it's always my flaws, my mistakes, my weakness.
Some people make me feel useless and worthless.

Sometimes my days are very cloudy.
Some days it shed some lights.
Some days I just wanna share some burden I feel.
Some days I'm held back by fears of being not listened to, not heard, not understood.
Then most of the days what I feel stays inside with unexplainable tears fill the whole day.
Some days I realized that it's totally hard to be me.
I imagine it must be another level of stress for others to live with a creature like me.

Some days I just want to be left alone tho I hate the feeling of loneliness.

Some days I just wanna disappear.

Selasa, 04 Mei 2021

I'm brave enough to come to my mom this morning and asked,
"Ma can I have a hug please?"

At least I seek for help.