Sebuah puisi untuk sahabat baru yang menangis di masjid FIB:
Kepada gadis di sudut ruang,
berombak air di pipinya
termenung, kemudian marah lewat tangis.
Dari hatinya, berbisik lembut dan rapuh
Kepada gadis yang bersandar di bata kusam
Aku yang mellihatmu berontak pada kata,
dan ingin bilang; "Jangan bersedih."
berombak air di pipinya
termenung, kemudian marah lewat tangis.
Dari hatinya, berbisik lembut dan rapuh
Kepada gadis yang bersandar di bata kusam
Aku yang mellihatmu berontak pada kata,
dan ingin bilang; "Jangan bersedih."