Saya merasa perempuan bagai babu di sini, sedang laki - laki adalah rajanya. Setiap dari mereka harus dilayani, harus dicarikan ini, dibersihkan miliknya, dirawat, sedang mereka pulang keenakan lupa bahwa ada yang mengurusi.
Sepertinya mereka yang perlu diperhatikan, sementara mereka tidak pernah sedikit menyentuh apa yang menyebabkan tangan para perempuan berubah kasar.
Sentuh!
Maka kau tahu betapa kasarnya air
Maka kau tahu runcingnya debu
Maka kau tahu sakitnya menyentuh permukaan kaus kaki mu
Ambil!
Pegang!
Lihat,
Jangan lupa ingat!
Kau akan tahu semut semut adalah pemicu amarah, dan kau lebih dari sekadar semut
Kau akan mengerti kenapa bekas tapak kaki menyulut api diri
Kau akan mengerti apa arti dari lantai yang bersih,
piring yang kesat,
atau sekadar baju yang rapi.
Depok, 18 September