Selasa, 25 Oktober 2011
Jangan Dibaca Ya!
Saya mulai merasa ini bukan saya. Saat malam saya berjalan sendirian di pinggir jalan yang ramai, saya coba mengulang ingatan hari-hari yang telah saya lalui. Saya sangsi ini bukan diri saya. Siapa saya? Kenapa sendiri? Kenapa seakan-akan saya hilang? Saya tertawa tetapi tawa saya pahit, seakan-akan saya memang harus tertawa. Saya marah tetapi marah saya semu, siapa yang mau mendengarkan juga? Saya bicara tetapi itu tubuh saya, jiwa saya ada di tempat lain. Saya menyibukkan diri, dan itu untuk mencari siapa saya. Saya mengeluh pada aspal-aspal yang selalu diinjak. Saya ini apa? Saya siapa? Mungkin pertanyaan ini menggantung karena jawaban perlu pengalaman panjang hingga akhirnya diputuskan sebagai jawaban. Saya merasa pura-pura selama ini. Harus bersikap begini dan begitu. Saya terkadang bersikap (sok) baik, (sok) mengerti, (sok) bijak, padahal saya adalah nol besar. Saya ingin bilang ke kawan-kawan saya yang percaya pada saya bahwa saya ini adalah ketiadaan dalam sebuah tubuh. Saya merasa linglung, dan bingung. Terakhir; Siapa saya?