Minggu, 09 Oktober 2011

Kanda

Malam disadap romantisme maya
Dari dinda, pada kakanda yang tuli:

Engkau kemudian bersenandung gaduh dengan nada yang sumbang,
dan bait yang rumpang.
Meniupkan ruh bagi jejangkrik yang mati kala siang

Antara kita, dinda dan kakanda, adalah ketiadaan yang mutlak,
sebagai jarak singkat yang tak tertempuh

Dinda berjalan menjauhi kanda yang berdendang,
Melantunkan jampi jampi rahasia

Kanda adalah yang membangunkan teratai di padangnya
Kanda adalah pembawa rmbulan untuk dipantulkan di empang dekil
Kanda pula yang menghantar semilir angin pulang ke rumah kita

Kekasih orang lain, Kakanda  ku tersayang,
Mari kita berbincang lewat sajak gemintang malam ini
atau kita hidupkan dedaun bambu yang menjadi jarum,
kedinginan

Kakanda, kita terjebak dalam kepongahan hati,
dan,
 sedekat apa jarak akan memutus ketiadaan, Kanda?
Katakanlah!

Anyer, 8 Oktober
suatu malam yang meletup letup