kau adalah kerinduan
memisahkan jarak tapa rebahan waktu
dimensi satu.
kau adalah kerinduan
terletak di sekat-sekat aktivitas
nyempil tanpa ribut.
kau adalah kerinduan
menunggui kehidupan
hingga nama-nama bisa disebut.
kau adalah kerinduan
di pinggir ketakutan akan pertemuan
sangsi untuk dilabuh.
kau adalah kerindun
setelah habis malam
dan embun minta ditunggu.
kau adalah kerinduan
proyeksi terakhir dari ketulusan
sebelum topeng kembali disambut.
kau adalah kerinduan
bukan cerita berlakon subjek-objek
melinkan cuma kerinduan
cuma perasaan yang kelabu antara hitam yang pekat dan putih yang silau.
kau adalah kerinduan
yang setiap pagi memaksa aku untuk beranjak ke tempat yang sama
tanpa bosan apalagi gusar.
kau adalah kerinduan
keringat yang melekat di kerah bajuku.
dinia
4 Juni 2012