Senin, 11 Juni 2012

Oleh-Oleh dari Kantin Kampus


Sebuah kehidupan yang di dalamnya ada cinta, nafsu, persahabatan, topeng, dan asap rokok. Di pedalamannya orang-orang berambut setinggi menara air duduk dan mengobrol tanpa kenal waktu. Menepi sejenak dan mereka memainkan waktu mereka sendiri. Gadis-gadis berambut dengan kuncir tinggi turut ngobrol tentang kehidupan yang mau digulingkan, tentang masa depan yang mau disemen.

Kehidupan sebuah kastil yang pengap dengan cinta, nafsu, persahabatan, topeng dan asap rokok. Terutama asap rokok. Ikon dari kegagahan yang berujung pada piring sisa makan. Kastil ini tanpa putri dan pangeran, tanpa raja dan ratu, tetapi dengan seribu dayang-dayang menyajikan makanan; ayam, daging, sup, daun selada, sambal, ikan teri, soto, terung, nasi, dan sampah. Juga minuman; es teh, jeruk dingin, jeruk panas, es campur, sop buah, es asam jawa, aqua, dan sampah.

Kehidupan di sini adalah urusan perut, otak dan hati. Terkadang semua dilibatkan jadi sebuah elemen padu, terkadang hanya satu yang dibawa; sisanya ditinggalkan. Bau-bau yang ada adalah bau sabun cuci piring, ayam goreng baru matang, sup, soto, gado-gado, nasi uduk, bau badan, bau kaki, dan napas busuk belum sikat gigi.
Ini adalah kehidupan dalam dunia, tanpa dinding yang bercat kuku. Segala yang terjadi tumpuk dan reyot dalam bangunan yang kuat. Tempat ini adalah kehidupan tentang makanan, perasaan, dan kenang-kenangan.

5 juni 2012