Sebuah kehidupan yang di dalamnya
ada cinta, nafsu, persahabatan, topeng, dan asap rokok. Di pedalamannya
orang-orang berambut setinggi menara air duduk dan mengobrol tanpa kenal waktu.
Menepi sejenak dan mereka memainkan waktu mereka sendiri. Gadis-gadis berambut
dengan kuncir tinggi turut ngobrol tentang kehidupan yang mau digulingkan,
tentang masa depan yang mau disemen.
Kehidupan sebuah kastil yang
pengap dengan cinta, nafsu, persahabatan, topeng dan asap rokok. Terutama asap
rokok. Ikon dari kegagahan yang berujung pada piring sisa makan. Kastil ini
tanpa putri dan pangeran, tanpa raja dan ratu, tetapi dengan seribu
dayang-dayang menyajikan makanan; ayam, daging, sup, daun selada, sambal, ikan
teri, soto, terung, nasi, dan sampah. Juga minuman; es teh, jeruk dingin, jeruk
panas, es campur, sop buah, es asam jawa, aqua, dan sampah.
Kehidupan di sini adalah urusan
perut, otak dan hati. Terkadang semua dilibatkan jadi sebuah elemen padu,
terkadang hanya satu yang dibawa; sisanya ditinggalkan. Bau-bau yang ada adalah
bau sabun cuci piring, ayam goreng baru matang, sup, soto, gado-gado, nasi
uduk, bau badan, bau kaki, dan napas busuk belum sikat gigi.
Ini adalah kehidupan dalam dunia,
tanpa dinding yang bercat kuku. Segala yang terjadi tumpuk dan reyot dalam
bangunan yang kuat. Tempat ini adalah kehidupan tentang makanan, perasaan, dan
kenang-kenangan.
5 juni 2012